5 Fakta Unik Marissa Haque, Artis Era 1980-an yang Banting Setir Jadi Politikus
JAKARTA, iNews.id - Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Marissa Haque. Ya, artis cantik di era 1980-an ini memang kerap menghibur layar kaca dengan beberapa film yang dibintanginya. Pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini tidak hanya cantik, namun memiliki bakat serta talenta yang sangat baik di berbagai bidang.
Seiring bertambahnya usia, Marissa Haque mulai hengkang dari dunia akting dan mulai berkecimpung di dalam dunia politik. Tak heran, meski kini sudah jarang tampil di televisi, namun nama besar Marissa Haque masih sering terdengar. Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik tentang sosok cantik Marissa Haque.
1. Marissa Haque memiliki darah keturunan dari empat negara
Secara silsilah dan keturunannya, wanita cantik kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur 15 oktober 1962 ini memiliki silsilah keturunan dari empat negara yang berbeda yakni Madura, Belanda, Pakistan, dan Prancis. Sang Ayah Allen Haque memiliki keturunan Belanda-Prancis, sementara sang ibu Mieke Soeharijah berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sementara kakek Marissa berasal dari Pakistan.
2. Terjun ke dunia akting pada tahun 1980-an
Marissa Haque pertama kali terjun ke dunia akting saat dirinya menyanyi dan menari di sanggar Swarna Mahardika yang dipimpin Guruh Soekarnoputra. Pada 1980 sutradara film M.T. Risyaf dalam film berjudul Kembang Semusim. Pada 1985 Marissa memenangkan Piala Citra sebagai Aktris Pembantu Terbaik di film Tinggal Landas Buat Kekasih besutan Sophan Sophian pada 1984.
3. Tinggalkan dunia akting demi politik pada 2004
Marissa Haque resmi mengawali karier politiknya pada 2004 sebagai anggota DPR. Dia bergabung dengan Partai PDIP milik Megawati Soekarnoputri untuk daerah pemilihan Bandung. Namun kariernya di DPR bersama PDIP tidaklah lama, setelah dia memutuskan keluar pada 2006 dengan berbagai alasan.
4. Pernah Tersandung kontroversi dengan Universitas Borobudur
Usai kalah dalam pemilihan kepala daerah Banten pada 2006, Marissa haque melayangkan gugatan ke beberapa pihak terkait penetapan Ratu Atut Chosiyah sebagaui Gubernur terpilih Banten. Sayangnya Marissa mendapat gugatan balik dari Universitas Borobudur karena dianggap menyebarluaskan berita terkait ijazah palsu untuk Ratu Atut. Pada 2008 Marissa Haque dinyatakan bersalah dan diharuskan membayar Rp500 juta serta memasang iklan permintaan maaf seperempat halaman di media cetak.
5. Pernah menjadi duta badak dari WWF Indonesia
Pada Juni 2006 Marissa Haque pernah menjadi duta badak. Posisinya sebagai duta badak dibarengi dengan pencalonan dirinya pada pemilihan kepala daerah Banten sebagai calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Zulkiflimansyah.
Editor: Dyah Ayu Pamela