Aa Gym Ajak Deddy Corbuzier Mengingat Kematian: Jangan Anggap Remeh Maksiat
JAKARTA, iNews.id - Setelah Baim Wong, kini giliran mentalis sekaligus YouTuber Deddy Corbuzier yang berbincang virtual dengan Aa Gym di iNews. Dalam bincang-bincang tersebut, pendakwah kondang itu sempat menyinggung soal kematian.
Hal itu berawal dari Deddy yang menceritakan tentang beberapa teman selebriti yang tampak sehat, tetapi tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia.
“Lucu ya, kadang-kadang kita misalnya kehilangan teman, ada lah selebriti, yang kayaknya sehat-sehat aja, tetapi besoknya meninggal. Ternyata, hidup itu gampang banget diambil, sementara banget,” kata Deddy seperti dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Minggu (5/7/2020).
Pernyataan tersebut lalu dibenarkan oleh Aa Gym. Dia lalu mengingatkan mantan suami Kalina Ocktaranny itu bahwa orang cerdas dalam Islam merupakan orang yang mengingat kematian.
“Kalau dalam Islam, cerdas itu bukan masalah IQ, punya IQ tinggi, kuliah di luar negeri, bukan itu dalam Islam. Ada dua cirinya. Orang cerdas itu pertama, banyak mengingat mati dan mempersiapkan kehidupan sesudah mati. Orang ingat mati kan jadi hati-hati mengatur waktunya,” ujar pria bernama lengkap Abdullah Gymnastiar tersebut.
Aa Gym juga memberikan rumus hidup pada pria 43 tahun itu. “Rumusnya mau enggak? Yaitu PDLT, perbaiki diri, lakukan yang terbaik. Karena yang mengancam kehidupan Deddy Corbuzier bukan siapa-siapa, yang mengancam Abdullah Gymnastiar bukan siapa-siapa, kecuali keburukan dirinya sendiri yang tidak ditobati dan diperbaiki,” katanya.
Ustadz 58 tahun itu juga memperingatkan Deddy untuk tidak menganggap remeh maksiat dan mempergunakan waktunya menjadi lebih berkualitas dengan mengingat kematian.
“Dan jangan anggap remeh maksiat. Berapa banyak orang yang mati ketika maksiat?” tuturnya.
Mendengar hal itu, Deddy berterima kasih pada Aa Gym, sebagai salah satu pendakwah yang menjadi tempatnya untuk belajar agama Islam.
“Mungkin saya pertama kali belajar Islam secara sah itu sama Aa. Karena saya ada di dakwahnya Aa juga waktu itu, bahkan sebelum saya mengenal Islam, dan Aa sangat terbuka. Buat saya, itu adalah hal paling baik kalau kita ingin mengajarkan orang agama kita, mungkin yang terbaik adalah dengan kasih sayang seperti yang Aa kasih ke saya,” ucap Deddy.
Editor: Tuty Ocktaviany