Ada Luka di Bekas Operasi Saraf Kejepit, Hotman Paris OTW ke Singapura!
JAKARTA, iNews.id – Pengacara kondang Hotman Paris kembali menjadi sorotan setelah mengabarkan dirinya akan bertolak ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan medis. Keberangkatannya kali ini bukan untuk operasi baru, melainkan karena muncul masalah pada luka bekas operasi saraf kejepit yang sebelumnya dijalani.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Hotman Paris melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (23/7/2026). Dalam unggahan itu, dia juga membagikan foto saat duduk di kursi roda di rumah sakit.
"Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di rumah sakit Singapura. Akan OTW Singapura karena ada masalah di luka bekas operasi," tulis Hotman.

Dari keterangannya, diketahui Hotman sebelumnya telah menjalani operasi saraf kejepit pada ruas tulang belakang L4 dan L5 di Singapura. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci jenis luka maupun komplikasi yang muncul setelah tindakan tersebut.
Selain foto, Hotman juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya didorong menggunakan kursi roda di rumah sakit. Dalam video tersebut, dia tampak mengenakan pakaian yang sama seperti pada foto sebelumnya, tetapi tidak memberikan penjelasan tambahan mengenai kondisi kesehatannya.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik. Banyak warganet yang memenuhi kolom komentar dengan doa agar pengacara 66 tahun itu segera pulih.
"Apa pun persoalannya, kita sebagai umat manusia ada baiknya saling mendoakan," tulis salah seorang netizen.
"Cepat sembuh Om Hotman," komentar akun lainnya.
Sementara itu, akun lain turut memberikan semangat kepada Hotman. "Ayo Bang Hotman bangkit dan lawan musuh-musuhmu, jangan gentar," tulis seorang warganet.

Kondisi kesehatan Hotman Paris menjadi perhatian karena terjadi tak lama setelah dirinya mengumumkan mundur sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Keputusan tersebut sempat menjadi perbincangan luas di media sosial.
Hingga berita ini ditulis, Hotman Paris belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab munculnya masalah pada bekas luka operasi maupun kapan dirinya akan kembali menjalani tindakan medis di Singapura.
Editor: Muhammad Sukardi