Angkat Tema Wastra Indonesia, 3 Desainer Lokal Unjuk Gigi di Jagantara
JAKARTA, iNews.id - Acara Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara dimeriahkan dengan koleksi-koleksi para desainer lokal. Pada Sabtu (30/7/2022), ada tiga desainer sukes menggelar fashion show di acara ini. Mereka adalah Wilsen William, Putro Ramadhan, dan Amanda Krishana.
Dari pantauan wartawan, ketiga desainer ini menghadirkan koleksi-koleksi ready to wear yang cocok digunakan untuk anak milenial. Muse atau model di acara fashion show ini juga sengaja memilih para generasi milenial.
Salah satu desainer yang terlibat dalam fashion show itu, Wilsen William mengatakan kalau ini pertama kalinya dia menggunakan batik untuk rancangan koleksinya. Hal itu tentu saja jadi tantangan tersendiri.
“Dulu sempat ngeluarin koleksi tenun tapi memang arahan brand aku lumayan minimalis. Suatu hari dapat client, dia salah satu member WBI dan men-challange aku untuk mencoba koleksi batik. Sempet nggak percaya diri karena batik kan nggak murah, lumayan pricy,” ujar Wilsen kepada wartawan, Sabtu (30/7/2022).
Wilsen mengatakan untuk koleksinya kali ini dia tidak memiliki tema dan konsep yang khsusus. Dia membuat karya sesuai dengan sudut pandangnya melihat batik sebagai kain yang indah.
“Inspirasi aku warna favorit mama yaitu biru. Aku juga coba memakai batik peranakan Cirebon, yang menurut aku memberi kesan elegan,” katanya.
Pada acara ini, Wilsen meghadirkan 15 looks item yang terdiri dari jaket, rok, celana pendek, dan celana panjang.
“Dan memang elemen aku tuh lumayan tabrakan antara feminin dan maskulin. Jadi ada jacket, kemeja, every day wearlah,item yang bisa di mix and match.
Sebagai orang baru di dunia wastra Indonesia, Wilson pun mengaku projek ini merupakan tantangan yang besar. Sebab dia harus menggunakan batik untuk menciptakan koleksi ini.
“Challange terbeser dari WBI bajuku harus cocok buat anak muda. Pastinya lintas generasi dari muda sampai dewasa tetep beli. Tapi ngematch nya agak susah. Saat mendesain aku selalu melihat lifestyle customernya apa, kegiatan sehari-hari dam pergerakan. Gimana caranya buat siluet ini nyaman,” tuturnya.
Nantinya Wilsen berniat ingin menambahkan kain wastra Indonesia ke koleksi miliknya.
“Pasti aku pengen banget sih dengan aku sering berada di komunitas WBI aku mulai dapat customer baru, nggak hanya batik tapi tenun. Dulu nggak ada kepikiran tapi sekarang aku pengen coba. Baju adat dimodernkan. Semoga bisa diterima publik,” katanya.
Editor: Elvira Anna