Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Biodata Edelenyi Laura Anna, Selebgram Cantik yang Meninggal Muda di Usia 21 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu Dekubitus? Luka yang Dialami Edelenyi Laura Anna sebelum Meninggal

Rabu, 15 Desember 2021 - 14:38:00 WIB
Apa Itu Dekubitus? Luka yang Dialami Edelenyi Laura Anna sebelum Meninggal
Edelenyi Laura Anna meninggal dunia hari ini. (Foto: IG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perjuangan Selebgram Edelenyi Laura Anna agar bisa sembuh dari spinal cord injury (SCI) atau cedera sumsum tulang belakang mesti berakhir. Gadis Hungaria-Indonesia itu mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (15/12/2022) di usia 21 tahun.

Diketahui, penyakit SCI yang diderita Edelenyi Laura Anna adalah imbas dari kecelakaan mobil yang dialaminya dengan sang mantan kekasih, Gaga Muhammad. Karena cedera tersebut, Laura harus mengalami kelumpuhan.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Laura sempat mengaku memiliki luka dekubitus. Hal tersebut diketahui dari unggahan Instagramnya @edlnlaura beberapa waktu lalu untuk menyindir mantan kekasihnya Gaga Muhammad.

Merangkum dari laman resmi Rumah Sakit  Umum Harapan Ibu, Rabu (15/12/2021), Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Alvin Aditya S, Sp.PD menjelaskan kondisi dekubitus yang sempat dialami oleh Laura.

Apa itu dekubitus?

Dekubitus merupakan luka akibat tekanan (ulkus dekubitus), yaitu luka pada kulit dan jaringan dibawahnya yang biasanya terjadi pada tonjolan tulang. Kondisi tersebut muncul akibat adanya gaya gesek, peregangan kulit dan tekanan. 

Mengenai tempat-tempat yang beresiko mengalami dekubitus adalah kulit yang melapisi bokong, tulang ekor, tumit ataupun pinggang. Tempat lain yaitu siku, lutut, sendi pergelangan kaki dan bagian belakang bahu juga rentan terkena dekubitus.

Bagaimana dekubitus bisa terjadi?

Dokter Alvin mengungkapkan luka tekanan terjadi karena adanya penekanan jaringan lunak yang mengakibatkan terjadinya sumbatan pembuluh darah di bawah kulit. Pembuluh darah ini bisa total tersumbat atau sebagian saja.  

Gaya gesek dan peregangan kulit pun bisa membuat luka dengan menarik pembuluh darah yang mendarahi kulit, karena itu kulit tak mendapat nutrisi cukup. Luka tekanan terjadi pada orang yang cenderung tiduran atau tak bergerak dalam kurun waktu yang lama.

Siapa saja yang berisiko mengalami dekubitus?

Lebih jauh, dr. Alvin mengungkapkan ada setidaknya tiga kondisi orang yang kemungkinan besar mengalami dekubitus, diantaranya:

1. Orang yang kekurangan energi dan protein, keadaan yang lembab, sert penyakit yang membuat aliran darah ke kulit berkurang.

2. Pasien yang tidak cukup minum sehingga kulit menjadi kering.


3. Kondisi medis misalnya diabetes yang menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut