Apa Kabar Machica Mochtar Pedangdut Top Era 1980-an, Pelantun Lagu Ilalang
JAKARTA, iNews.id - Siapa yang tak kenal Machica Mochtar, penyanyi dangdut yang terkenal dengan lagu Ilalang. Dia mulai berkiprah di belantika musik Tanah Air sejak era 1980-an.
Machica Mochtar mulai bernyanyi sejak kecil di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Bakat menyanyinya tersebut dia dapatkan dari sang ayah, Mochtar Ibrahim.
“Saya lahir di Makassar, tapi besarnya di Wajo, Singkang. Di situlah saya mulai berkarier menyanyi,” kata Machicha Mochtar dikutip dari kanal YouTube Jose Choa Linge, Rabu (13/10/2021).
Ketika itu, penyanyi kelahiran 20 Maret 1970 ini bergabung bersama band Danau Tempe, grup musik yang ada di Kantor Bupati, tempat ayahnya bekerja. “Waktu bapak saya di Wajo, bapak saya kan jadi penyanyi dan saya ikut bapak saya jadi penyanyi. Jadi, dari kecil saya udah nyanyi,” ujarnya.
Machica Mochtar lalu perdana kali tampil di layar kaca lewat TVRI Makassar. Saat itu, usianya masih 14 tahun. Dari situlah dia akhirnya mulai banyak dipanggil sebagai penyanyi. Namun saat itu, dia masih bernyanyi pop.
“Saya dulu kan pop. Saya nyanyi rock, pop juga, pokoknya semua udah saya jabanin,” kata mantan istri Moerdiono itu.
Machica Mochtar lalu sempat hijrah ke Surabaya untuk bernyanyi di panggung-panggung, restoran, hingga klub. Bahkan di sana, dia juga sempat menjadi penyanyi Mandarin.
Setelah dari Surabaya, Machica lalu ke Jakarta dan rekaman untuk album lagu pop yakni Oke Punya Nih. Kemudian di era 1990-an, dia baru mencapai popularitasnya lewat album Hanyalah Satu (1994) dan Ilalang (1998).
Usai ketenarannya itu, apa kabar Machica Mochtar? Diketahui saat ini, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, di mana jadwal manggungnya jadi tertunda bahkan dibatalkan.
“Baru-baru ini juga ibu saya menjnggal dunia. Jadi dengan adanya dukacita, saya semakin banyak di rumah, ibadah, ngaji, ya berkumpul sama keluarga dan adik-adik,” ujarnya.
Machica Mochtar juga berperan sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya dari pernikahannya dengan dua pria berbeda yakni Moerdiono dan Chalid Mahmud. Sayangnya, biduk rumah tangga yang dijalaninya bersama Moerdiono dan Chalid Mahmud harus kandas.
Editor: Dyah Ayu Pamela