Apa Kabar Tracy Trinita Supermodel Tercantik Era 1990-an, Begini Kehidupannya Sekarang
JAKARTA, iNews.id – Masih ingat dengan supermodel tercantik di era 1990-an. Ya dia adalah gadis cantik berwajah oriental Tracy Trinita. Sosoknya dahulu dikenal sebagai supermodel internasional dari Indonesia yang malang melintang di dunia model.
Selain model, Tracy juga dikenal sebagai tokoh inspirasi Tanah Air yang mendedikasikan dirinya untuk memajukan para wanita Indonesia. Dilansir dari podcast Daniel Mananta, Tracy membeberkan awal mula memasuki dunia modelling. Ternyata saat itu Tracy jadi model karena arahan orang tuanya.
“Awalnya mami aku liat, ini anak (Tracy) tinggi banget. Untuk usia 13-14, 173 cm (tingginya). Pas tinggal di kampung temen aku pendek-pendek, dan kayak I’m actually the tall’s one. Terus secara gak langsung aku suka nundukin badan, jadi mamahku pikir ini anak bakalan minder banget,” katanya
Mantan model berdarah campuran Tionghoa, Australia, Kalimantan, Brazil, dan Tionghoa ini pun mengaku memang minder saat itu. Ditambah dia merupakan tipe orang yang kurang percaya diri.
“Jadi mama aku pikir kalo dikasih modeling bisa jauh lebih percaya diri. Makanya diajarin terus cara-caranya (modeling),” katanya bercerita.
Tracy pun diikutsertakan di sebuah kompetisi bernama Cover Girl Majalah Mode yang dikenal sudah melahirkan banyak tokoh publik ternama. Pada 1995, saat usianya masih 13 tahun dia berhasil meraih peringkat 1 untuk majalah mode dan Elite Indonesia. Alhasil dia berhasil mewakili Indonesia untuk Elite Model Internasional dan menduduki peringkat ke-7 dari 77 peserta yang berasal dari 65 negara.
Selama tujuh tahun kariernya dalam dunia modeling, Tracy mengaku pernah pergi ke New York sendirian untuk mengejar mimpinya. Selain itu, dia juga telah mengelilingi berbagai negara.
“Dari umur 14 tahun professional full time sampai umur 21-22 lah. Di New York, Paris, Milan, Sydney, Sao Paulo, Spain, Hong Kong.”

Selama kariernya memuncak, Tracy mengaku sering berpesta dan menikmati kehidupan yang glamour. Bahkan, dia merasa sudah biasa menghadiri pesta bersama orang terkenal seperti aktor Hollywood Leonardo DiCaprio saat itu. Meski begitu, dalam dunia modeling dia juga mempelajari suatu hal mengenai perjuangan manusia.
“Yang aku pelajari dalam dunia modeling bahwa, it’s like so glamour tapi penuh perjuangan, penuh kerja keras.” ujarnya.
Tracy menceritakan dunia modeling membuka pandangannya bahwa banyak kesempatan yang dapat diraih dan membuatnya lebih menghargai sebuah pencapaian. Namun, sayangnya dunia modeling tidak meningkatkan kepercayaan dirinya.
Hal tersebut disebabkan oleh masa kecilnya yang pernah dititipkan di rumah kakek-nenek. Alhasil, perasaan negatif itu yang membutakannya bahwa sebenarnya Tuhan telah merestorasi hidupnya dengan kenikmatan dan ketenaran.
“Tuhan sudah memberikan aku kenikmatan. Tapi aku sendiri yang tak merasakannya. Itulah kenapa aku merasa tidak dicintai, tidak dikasihi dan minder,” katanya.
Tracy pun seringkali merasakan kehampaan sehingga mengisinya dengan kesenangan duniawi. Sampai akhirnya, Tracy menemukan hidayah berawal dari seorang teman yang menuntun hidupnya menjadi pendeta melayani keliling dunia saat ini.
Kini Tracy merasa hidupnya lebih berarti. Dia memutuskan berhenti dari dunia model dan memilih menjadi pendeta melayani Tuhan. Tracy bahkan rela melayani hingga keliling dunia untuk Tuhan.
Editor: Elvira Anna