Arda Hatna Jadi Korban Penipuan Ogah Ungkap Nominal Kerugian, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Musisi Arda Hatna menjadi korban dugaan penipuan yang kini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Suami Tantri Kotak itu memilih tidak mengungkap nominal kerugian pribadinya karena ingin masyarakat lebih fokus mengambil pelajaran dari kasus tersebut.
Arda mengaku khawatir nominal kerugian yang dialaminya justru menjadi sorotan utama. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus serupa.
"Total kerugian, saya enggak mau nyebut punya saya berapa. Nanti berita yang keluar adalah orang cuma fokusnya adalah nominal, bukan pelajaran karena ditipunya gitu," ujar Arda Hatna saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Meski tidak menyebut kerugian pribadinya, mantan vokalis band Naff tersebut mengungkap bahwa korban dalam kasus ini bukan hanya dirinya dan Tantri. Jika seluruh korban digabungkan, nilai kerugian yang dialami disebut mencapai angka fantastis.
"Ya dengan seluruh korban total bisa sampai Rp10 M lebih lho," ujarnya.
Arda menjelaskan, keputusannya bersama Tantri untuk menyampaikan kasus tersebut melalui media sosial bukan bertujuan membuka aib. Dia justru ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi berbagai modus penipuan.
Menurut Arda, modus penipuan saat ini semakin canggih. Bahkan, orang yang dinilai memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi tetap berpotensi menjadi korban.
"Kadang penipu itu selalu satu langkah lebih licin, sepuluh langkah lebih licin. Orang yang terpikir dengan baik pun bisa tertipu. Kenapa waktu itu kita gembar-gemborin di sosial media? Bukan karena mau berbagi kasus buruk, tapi jangan sampai ada korban lain," ujarnya.
Arda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya, termasuk kepada orang-orang yang berada di lingkaran terdekat. Sebab, menurut dia, orang terdekat justru bisa mengetahui kelemahan seseorang.
"Kadang orang terdekat itu paling mudah menusuk punggung kita dari belakang. Karena dia tahu apa blind spot kita itu," katanya.
Saat ini, kasus dugaan penipuan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani Polda Metro Jaya. Arda mengatakan proses hukum masih berjalan karena terduga pelaku hingga kini belum ditemukan.
"Kasusnya sudah masuk Polda. Para terlapor sudah melakukan tugasnya dan sekarang kita tunggu kepolisian untuk menangani kasusnya. Masih lanjut lah, kan orangnya masih buron," katanya.
Di sisi lain, Arda tidak menampik kasus tersebut turut berdampak pada kondisi Tantri. Menurutnya, kejadian itu cukup menguras energi dan waktu sang istri hingga memengaruhi kondisi psikisnya.
Beruntung, keluarga menjadi sumber dukungan bagi Tantri. Arda menyebut kondisi mental sang istri perlahan mulai tertata setelah kembali mendapatkan dukungan dari keluarga.
"Kondisi karena kasus ini ya pasti menguras lah ya, menguras energi, menguras waktu. Akhirnya dia kembali lagi ke keluarga, bahwa dalam kasus-kasus seperti ini pentingnya keluarga untuk memeluk dan tahu tujuan bahwa dia pulang itu ada keluarga. Makanya mentalnya sedikit demi sedikit tertata," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani