Aurelie Moeremans Nyaris Tidak Rilis Buku Broken Strings, Diintimidasi Mantan?
JAKARTA, iNews.id - Artis Aurelie Moeremans mengungkapkan informasi mengejutkan soal buku Broken Strings. Buku kontroversial itu ternyata sempat nyaris tidak jadi dirilis, benarkah karena ada intimidasi?
Aurelie Moeremans blak-blakan menjelaskan kalau awalnya dia tidak ingin kisah masa lalu yang dituangkan di dalam buku Broken Strings menjadi konsumsi publik. Tidak dijelaskan kenapanya, tapi setelah mendapat banyak dukungan, Aurelie memberanikan diri menulis semua pengalaman pahit di masa mudanya di buku tersebut.
Dia meyakini, pengalamannya itu bisa menjadi pelajaran berharga bagi korban yang pernah mengalami hal serupa.
"Aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri. Dulu, waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan. Jadi ada trauma untuk bercerita," jelas Aurelie saat dihubungi awak media pada Rabu (14/1/2026).
"Tapi seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka," tambahnya.
Wanita 32 tahun itu kemudian merasa peluncuran buku ini bukan sebagai ajang balas dendam, tetapi momentum untuk berdamai dengan masa lalu. Itu juga yang membuatnya kuat dan menyelesaikan buku ini.
"Iya, sangat. Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku. Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," tegasnya.
Siapa sangka, peluncuran buku Broken Strings ini mendapat atensi positif dari masyarakat. Banyak yang memberi dukungan kepadanya untuk menyuarakan keadilan sebagai korban kekerasan seksual.
"Jujur aku tidak menyangka. Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas. Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses," kata Aurelie.
"Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu. Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan," tambahnya.
Editor: Muhammad Sukardi