Bangun Rumah Baru, Maia Estianty Sewa Desainer Interior Luar Negeri
JAKARTA, iNews.id - Musisi Maia Estianty kini tengah melakukan renovasi sekaligus membangun rumah baru. Rumah tersebut berada tepat di sebelah rumahnya yang ditempati saat ini, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Hal ini terlihat dalam sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube ALELDUL FAM TV. Dalam video tersebut, terlihat Maia tengah mengawasi jalannya pembangunan rumah miliknya tersebut dengan ditemani oleh sang anak, El Rumi.
"Kita mengusung konsep tropical modern. Jadi kayak berasa di Bali, tapi Jakarta," kata El seperti dikutip iNews.id pada Rabu (30/9/2020).
Kala itu, El tengah asyik bercerita dan memamerkan rumah barunya yang sedang dibangun tersebut. Terlebih di rumah baru itu, El akhirnya dibuatkan sebuah kamar. Sebab di rumah Maia sebelumnya, dia tak memiliki kamar tidur.
Maia menjelaskan, rumah barunya tersebut tak terlalu luas. Namun jika digabungkan dengan rumahnya saat ini, akan menjadi satu kesatuan tanah seluas 1.560 meter persegi.
"Ini sebenarnya luasnya enggak terlalu luas. Tanahnya sih 730 meter, tanah sebelah 830 meter. Jadi, kalau ditotal itu 1.560 meter," ujar Maia.
Membangun rumah dengan desain layaknya mal, Maia mengusung konsep tropical. Dia mengaku terinspirasi dari sebuah villa yang dikunjunginya saat berlibur ke Afrika bersama Irwan.
"Waktu aku ke Afrika ada villa yang aku suka banget. Nah, aku ambil konsep itu," kata Maia.
Tak tanggung-tanggung, Maia sampai menggunakan jasa desainer interior asal luar negeri. Sementara sang arsitek merupakan adik iparnya sendiri.
"Kebetulan yang bangun tuh adik iparku sendiri, jadi hemat," kata Maia.
"Tapi yang ngedesain interior ada orangnya Daddy (Irwan), jadi dia biasa bikin Time Internasional punya store, butik-butiknya Daddy. Nah, dia yang (desain) interiornya," ujarnya.
"Langsung dari luar negeri ya," kata El kemudian.
Meski begitu, Maia mengaku tetap menggunakan furnitur produksi dalam negeri. Dia menuturkan bahwa nantinya akan menggunakan barang-barang lokal dengan kualitas tinggi.
"Tapi kita pakai barang-barang lokal, kecuali kayak kompor. Yang lain lokal semua, tapi lokal yang bagus," ujar Maia.
Editor: Tuty Ocktaviany