Batalkan Pernikahan, Roby Tremonti Pertanyakan Keabsahan Status Liber Aurelie Moeremans
JAKARTA, iNews.id – Aktor Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik setelah lama tak terdengar kabarnya. Nama Roby mencuat seiring kembali diperbincangkannya konflik lama dengan Aurelie Moeremans, terutama setelah terbitnya buku memoar berjudul Broken Strings yang mengulas perjalanan hidup Aurelie.
Dalam sebuah wawancara, Roby Tremonti buka suara dan menepis isu yang menyebut dirinya sebagai Boby, sosok yang dituding sebagai pelaku child grooming dalam kehidupan Aurelie Moeremans. Dia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar dan merasa perlu meluruskan berbagai narasi yang berkembang di publik.
Pembahasan kemudian berlanjut pada kisah pernikahan Roby dan Aurelie yang berlangsung pada 2011 silam. Keduanya diketahui menikah secara Katolik di sebuah gereja di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Namun, rumah tangga tersebut tak berjalan lama dan berujung perpisahan.
Robby Tremonti mengklaim perpisahan itu terjadi secara sepihak. Menurutnya, Aurelie Moeremans meninggalkan rumah tanpa ada konflik besar yang melatarbelakanginya. Roby pun mengaku memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.
“Saya tidak mau berkonflik. Saya tidak mau mengurus urusan dia yang memang sudah nggak mau sama saya. Itu urusan kehidupan dia,” kata Roby Tremonti saat ditemui di kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Setelah perpisahan itu, Roby mengungkapkan bahwa Aurelie sempat mengirimkan pesan singkat kepadanya. Isi pesan tersebut, menurut Roby, terbilang singkat namun berkesan hingga kini.
“Pernah kala itu di tahun berapa saya lupa ya, ada chat masuk. Dia cuma bilang istilahnya ‘jangan jadi orang yang menyebalkan deh’ (dalam bahasa Inggris),” ucap Roby.
Tak hanya itu, Roby juga mengungkap bahwa Aurelie pernah memintanya untuk terlibat dalam proses pembatalan pernikahan di gereja. Permintaan itu, kata Roby, membuatnya berada dalam posisi sulit karena syarat yang diajukan bertentangan dengan fakta yang dia yakini.
“(Kata Aurelie) Saya mau ngurus pembatalan nih, tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu,” ujarnya.
Roby kemudian menolak menandatangani dokumen tersebut karena isi narasi yang diminta tidak sesuai dengan kenyataan.
“Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin, saya nggak melakukan. Itu lho jawabannya,” kata Roby.
Lebih jauh, pria berusia 45 tahun itu mempertanyakan keabsahan status liber yang disebut-sebut telah diterima Aurelie dari pihak gereja. Sebab, Roby mengaku tidak pernah mendapatkan panggilan atau pemberitahuan resmi dari pihak gereja terkait proses maupun hasil pembatalan pernikahan tersebut.
Meski demikian, Roby menegaskan dirinya tidak ingin memperkeruh keadaan. Dia memilih untuk bersikap netral dan menghormati keputusan Aurelie dalam menjalani hidupnya ke depan.
“Tetapi saya tidak peduli. Benar jawabannya, saya benar-benar tidak mau. Kalau menurut dia sudah dapat (surat), ya silakan. Bisa menikah ya silakan. Saya benar-benar tidak mau menyinggung pihak dia. Dia mau punya pasangan baru dan menikah dan syaratnya memenuhi, silakan,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani