Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duka dari Tanah Suci, Dokter Petugas Haji asal Baubau Meninggal Diduga Kelelahan
Advertisement . Scroll to see content

Bekam Bisa Bantu Atasi Sakit Punggung dan Leher, Begini Kata Dokter

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:51:00 WIB
Bekam Bisa Bantu Atasi Sakit Punggung dan Leher, Begini Kata Dokter
Selain meningkatkan aliran darah, bekam juga dapat membantu mengurangi kekakuan jaringan serta meningkatkan mobilitas jaringan.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Terapi bekam masih menjadi salah satu metode pengobatan komplementer yang cukup diminati masyarakat. Selain telah digunakan secara turun-temurun di berbagai negara, termasuk Indonesia, terapi ini juga diyakini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan bekam merupakan teknik pengobatan komplementer yang dilakukan menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan negatif pada kulit.

Metode tersebut bekerja dengan menarik jaringan kulit, lemak, hingga otot ke dalam cangkir. Teknik ini telah lama digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

“Izin menjelaskan mengenai bekam!” tulis Adam melalui akun media sosial X.

Menurut dr Adam, terdapat beberapa mekanisme yang terjadi di dalam tubuh saat seseorang menjalani terapi bekam. Salah satunya adalah peningkatan aliran darah lokal yang disertai pelebaran pembuluh darah kapiler di area yang mendapatkan terapi.

Selain meningkatkan aliran darah, bekam juga dapat membantu mengurangi kekakuan jaringan serta meningkatkan mobilitas jaringan. Kondisi tersebut membuat terapi ini dipercaya mampu memberikan efek positif bagi sejumlah masalah kesehatan.

dr Adam mengatakan, salah satu manfaat bekam yang cukup sering dilaporkan adalah membantu mengurangi nyeri punggung dan nyeri leher. Terutama pada kasus nyeri kronis yang berlangsung dalam waktu lama.

Tak hanya itu, terapi bekam juga dinilai dapat membantu relaksasi otot serta mendukung proses pengaturan inflamasi atau peradangan di dalam tubuh.

Meski demikian, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan bekam sebagai pengobatan utama. Menurut dia, terapi tersebut hanya berfungsi sebagai pengobatan tambahan yang melengkapi terapi medis.

“Namun perlu dicatat bahwa kualitas bukti ilmiah bekam hingga saat ini masih terhitung rendah-sedang, dan sifatnya adalah pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama apalagi tunggal,” kata Adam.

Dia menjelaskan efektivitas bekam saat ini masih berada pada tingkat rendah hingga sedang. Karena itu, manfaat jangka panjang terapi tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasilnya secara ilmiah.

Dr. Adam pun menyarankan masyarakat yang ingin menjalani bekam tetap mengikuti pengobatan medis yang direkomendasikan dokter. Bekam dapat digunakan sebagai terapi pendamping, namun tidak boleh menggantikan penanganan medis yang sudah terbukti efektif.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut