Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kencing Masih Menetes Setelah Buang Air Kecil? Begini Cara Mengatasinya
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sekadar Sisa Kencing, Tetesan Urine pada Pria Bisa Jadi Tanda Gangguan Prostat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:11:00 WIB
Bukan Sekadar Sisa Kencing, Tetesan Urine pada Pria Bisa Jadi Tanda Gangguan Prostat
Tetesan urine yang masih keluar setelah pria selesai buang air kecil kerap dianggap sebagai hal sepele. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tetesan urine yang masih keluar setelah pria selesai buang air kecil kerap dianggap sebagai hal sepele. Padahal, kondisi yang dikenal sebagai post-void dribbling ini tidak selalu boleh diabaikan, terutama jika terjadi terus-menerus dan disertai keluhan lain saat buang air kecil.

Dokter Spesialis Urologi sekaligus influencer kesehatan, dr Andika Afriansyah, menjelaskan post-void dribbling terjadi ketika masih ada urine yang tertahan di sepanjang saluran kemih atau uretra. Sisa urine itu kemudian dapat keluar ketika tubuh kembali bergerak setelah buang air kecil.

"Kencing netes lagi padahal udah selesai dan udah pakai celana. Pasti para pria relate banget, kan? Ini namanya post-void dribbling. Sisa kencing yang masih ngumpet di saluran, terus keluar pas kamu udah bergerak," kata dr. Andika dikutip Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut dapat dialami pria dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pria perlu lebih waspada jika tetesan urine terus terjadi meski sudah mencoba berbagai cara untuk menguranginya.

Tetesan Urine Bisa Berkaitan dengan Prostat

Masalah menjadi lebih penting jika post-void dribbling disertai perubahan lain pada pola buang air kecil. Salah satunya adalah pancaran urine yang menjadi lebih lemah dibandingkan sebelumnya.

Keluhan lain yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil, termasuk sering terbangun pada malam hari untuk kencing. Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih yang perlu diperiksa lebih lanjut.

dr Andika mengingatkan, kondisi yang terus berulang dan disertai gejala tersebut bisa berkaitan dengan masalah pada kelenjar prostat.

"Tapi ingat, kalau udah pakai empat cara ini dan terus-menerus kejadian, apalagi ditambah pancaran lemah atau sering bangun malam hari buat kencing, itu bisa tanda masalah prostat," katanya.

Karena itu, pria sebaiknya tidak langsung menganggap tetesan urine setelah buang air kecil sebagai sesuatu yang normal jika keluhan berlangsung terus-menerus. Pemeriksaan oleh dokter spesialis urologi dapat membantu mengetahui penyebab keluhan secara lebih pasti.

Cara Mengurangi Kencing yang Masih Menetes

Selain memperhatikan gejala lain, dr Andika membagikan beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi post-void dribbling.

Pertama, pria disarankan tidak langsung terburu-buru mengenakan celana setelah pancaran urine berhenti. Berikan jeda sekitar 5-10 detik agar sisa urine memiliki kesempatan untuk keluar.

"Satu, jangan buru-buru. Habis pancaran berhenti, tunggu 5 sampai 10 detik dulu. Kasih waktu saluran kencing kosong beneran, baru pakai celana," ucapnya.

Cara kedua adalah melakukan teknik urut secara perlahan. Menurut dr. Andika, area di belakang kantung buah zakar dapat ditekan dengan lembut kemudian diarahkan ke bagian depan untuk membantu mengeluarkan sisa urine yang masih berada di uretra.

"Dua, teknik urut. Tekan pelan-pelan area belakang kantung buah zakar, terus urut maju ke arah depan. Sisa kencing yang ngumpet itu bakal keluar semua. Ini kayak perah air kencing yang tersisa," kata dr Andika.

Ketiga, pria dapat melakukan latihan otot dasar panggul atau Kegel secara rutin. Latihan ini ditujukan untuk membantu memperkuat otot yang berperan dalam mengontrol urine.

"Tiga, rutin latihan otot dasar panggul atau latihan Kegel. Caranya nih kayak nahan kentut, kencangkan 5 detik, lepas. Ulangi 10 kali, 3 sampai 4 set sehari. Otot dasar panggul kuat, tetesan berkurang, performa seksual makin mantap," tutur dia.

Cara keempat adalah mencoba buang air kecil dengan posisi duduk atau jongkok. Dr. Andika menyebut posisi tersebut dapat membantu pengosongan kandung kemih menjadi lebih tuntas.

"Empat, coba kencing dalam posisi duduk atau jongkok. Posisi ini bantu kandung kemih kosong lebih tuntas," kata dr. Andika.

Pada dasarnya, post-void dribbling dapat terjadi karena adanya sisa urine di uretra dan tidak selalu berarti seorang pria mengalami penyakit prostat. Namun, keluhan yang menetap, terlebih jika disertai pancaran urine melemah atau sering buang air kecil pada malam hari, sebaiknya tidak diabaikan.

Jika gejala tersebut terus berulang, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk memastikan apakah keluhan hanya berkaitan dengan sisa urine atau terdapat gangguan pada saluran kemih maupun prostat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut