Buku Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Tulis Pesan Haru
JAKARTA, iNews.id - Artis Aurelie Moeremans membagikan isi hatinya soal reaksi publik terhadap buku Broken Strings. Dia mengaku sangat bersyukur kisah masa lalu tentang child grooming dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang.
Itu juga yang menjadi dasar Aurelie Moeremans merilis bukunya dan dapat dibaca secara cuma-cuma oleh semua orang. Dia berharap, lewat kisahnya semakin banyak orang yang sadar betapa besar dampak child grooming terhadap kehidupan seorang perempuan.
Di unggahan Instastory terbaru, Aurelie Moeremans menuliskan pesan haru untuk siapa pun di luar sana yang sudah membaca buku tersebut. Dia berharap, akan semakin banyak orang yang 'aware' dengan child grooming.
"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness, supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak. Supaya anak muda tahu ciri-ciri grooming dan bisa mengenalinya sejak awal, supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," kata Aurelie, dikutip Minggu (18/1/2026).
Di kesempatan yang sama, Aurelie menerangkan bahwa niatnya menyuarakan masa lalu bukan sekadar untuk membagikan cerita, tapi untuk membagikan pemahaman.
"Kisahku hanya satu dari jutaan kasus serupa yang sering tidak terlihat, tidak dipercaya, dan disalahpahami. Dan kalau dengan bersuara aku bisa mencegah satu anak saja harus melewati apa yang aku lalui, maka itu sudah lebih dari cukup," ungkap Aurelie.
"This is huge for me. Bukan karena ceritanya, tapi karena harapan agar tidak ada lagi anak muda yang harus diam, bingung dan terluka sendirian," tambahnya.
Sebagai informasi, Aurelie Moeremans menjadi sorotan usai mengungkap pengalaman dirinya yang mengalami grooming sejak usia 15 tahun. Hal itu dituangkan lewat buku Broken Strings. Diduga kisah kelam tersebut terjadi saat dirinya dipaksa menikah dengan aktor Roby Tremonti.
Pengalaman grooming yang dialami istri Tyler Bigenho ini sontak menuai simpati warganet. Kisah manipulatif hingga pengalaman traumatis juga diceritakan Aurelie dalam buku tersebut.
Editor: Muhammad Sukardi