Curhat Pilu Fuji Capek Mental dan Fisik gegara Kasus Dugaan Penggelapan Dana
JAKARTA, iNews.id - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang menyeret staf admin media sosialnya benar-benar meninggalkan luka mendalam bagi selebgram Fujianti Utami alias Fuji. Tak hanya rugi secara materi, Fuji mengaku mental dan fisiknya ikut terkuras akibat persoalan tersebut.
Fuji kembali menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026), dengan didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin. Dalam pemeriksaan itu, penyidik mencecar Fuji dengan sekitar 20 pertanyaan yang menyoroti detail kerugian hingga alur dana yang diduga diselewengkan.
Sandy Arifin mengungkapkan, beberapa pertanyaan tambahan diajukan untuk memperjelas jumlah kerugian, termasuk dana yang masuk ke manajemen dan yang dilaporkan secara hukum. Meski demikian, substansi pemeriksaan masih berkaitan dengan tahap penyelidikan sebelumnya.
Di luar proses hukum, Fuji tak menutupi kelelahan yang dia rasakan. Dia menyebut kasus ini membuatnya kehilangan banyak hal, mulai dari waktu, tenaga, hingga kepercayaan terhadap orang lain. Tekanan publik dan komentar warganet turut memperparah kondisi batinnya.
Fuji Ditemani Orang Tua Datangi Polres Jaksel Hari Ini, Tujuannya Mengejutkan!
Bahkan, Fuji mengaku sempat mengalami penurunan kondisi mental berkali-kali. Pengalaman pahit ini meninggalkan trauma mendalam hingga membuatnya menjaga jarak dengan orang-orang baru di lingkungan kerjanya.
Fuji Ingin Menikah Tahun Ini Walau Masih Jomblo: Kalau Ada Alhamdulillah
"Capek banget pasti, sudah rugi, ditanyain, terus buang waktu juga, sakit hati juga, dikatain netizen juga, udah sih capek banget, batin sama fisik capek," ujar Fuji.
"Sempat drop berkali-kali, tapi sekarang kayaknya aku ada PTSD juga sih karena jadi sulit percaya sama orang, terus kalau ada pekerja baru jadi kayak nggak mau terlalu dekat lagi, nggak mau terlalu kenal," tambahnya.
Seperti diketahui, Fuji melaporkan salah satu staf admin media sosialnya atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Dalam laporan tersebut, kerugian yang diklaim mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp1 miliar.
Editor: Muhammad Sukardi