Deretan Musisi dan Seniman Berduka atas Kepergian Guruh Soekarnoputra, Untaian Doa Mengalir
JAKARTA, iNews.id - Kepergian seniman sekaligus putra Presiden Pertama RI Soekarno, Guruh Soekarnoputra, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para pelaku seni Tanah Air. Sejumlah musisi, penyanyi, hingga seniman menyampaikan penghormatan terakhir kepada sang maestro melalui media sosial.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Sosok yang juga merupakan adik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu dikenang melalui karya dan dedikasinya terhadap seni serta kebudayaan Indonesia.
Sejumlah selebritas dan musisi turut mengungkapkan rasa kehilangan. Salah satunya selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, yang menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram pribadinya, @raffinagita1717.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan, Mas Guruh Soekarnoputra. Karya & dedikasimu untuk Indonesia akan terus abadi di hati kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis Raffi.
Rasa kehilangan juga disampaikan musisi sekaligus anggota DPR RI, Melly Goeslaw. Dia mengenang dedikasi Guruh dalam memajukan kebudayaan bangsa yang dinilainya akan terus menjadi inspirasi bagi para seniman lintas generasi.
“Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan mas Guruh Soekarnoputra. Karya dan dedikasimu untuk bangsa melalui seni akan selalu kami kenang dan menjadi inspirasi kami selama lamanya. Selamat jalan semoga Allah SWT menempatkan di surga Firdaus Allah SWT aamiin. Seluruh keluarga dan sahabat yang di tinggalkan mendapatkan lautan sabar dan ikhlas,” tulis Melly melalui akun @melly_goeslaw.
Sementara itu, penyanyi Reza Artamevia turut mengunggah kenangan emosional untuk Guruh. Dia menyebut sosok tersebut sebagai pujangga, budayawan, negarawan, tokoh bangsa, hingga guru besar dan panutan bagi para seniman Indonesia.
“INNALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROOJI'UUN. Selamat Jalan Duhai Pujangga, Budayawan, Negarawan, Tokoh Bangsa serta Guru besar, Panutan & Sahabat Seniman Indonesia ‘Mas Guruh Soekarno Putra’ yang sangat kami cintai,” tulis Reza melalui akun @rezaartameviaofficial.
Reza mengatakan karya-karya Guruh tidak akan lekang oleh waktu. Dia juga mengenang kesempatan menjadi bagian dari perjalanan panjang sang maestro.
“Karya2 indah Mas Guruh tidak akan pernah lekang oleh waktu. Suatu kebanggaan dan kenangan yang sangat berharga bagi kami semua yg pernah menjadi bagian kecil dari sejarah panjang kehidupan yang indah nan berwarna dari ‘Sang Maestro’. Selamat beristirahat dengan tenang Mas Guruh, Insyaa ALLAH husnul khotumah,” tambah dia.
Ungkapan duka juga datang dari vokalis grup band D'Masiv, Rian Ekky Pradipta. Dia menilai karya-karya Guruh menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.
“Selamat jalan Mas Guruh Soekarno putra maestro, legenda, Pahlawan musik indonesia terima kasih karya2 indah mu sudah menjadi legacy untuk kita semua Alfatihah,” tulis Rian melalui akun @rianekkypradipta.
Komponis Andi Rianto juga mengenang Guruh sebagai sosok yang memberikan banyak ilmu dan inspirasi. Dia mengaku mendapat kesempatan untuk belajar sekaligus berkarya bersama sang maestro.
“Selamat jalan mas Ruh. Terima kasih atas segala ilmu, inspirasi, bakti karya indahmu untuk bumi pertiwi. Terima kasih atas segala kesempatan berkarya bersamamu. Aku belajar banyak sekali darimu mas Ruh. Merdeka!” tulis Andi melalui akun @andirianto_official.
Jejak Guruh Soekarnoputra dalam seni pertunjukan dan kebudayaan Indonesia meninggalkan warisan yang terus dikenang. Karya-karya sang maestro menjadi bagian dari perjalanan seni Tanah Air dan diharapkan terus hidup melintasi generasi.
Guruh Soekarnoputra Meninggal
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis.
Guruh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada pukul 04.16 WIB.
Keluarga sebelumnya mengungkap kondisi kesehatan Guruh mengalami penurunan selama sekitar satu tahun terakhir. Sebelum menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi, Guruh sempat dirawat selama kurang lebih empat minggu di RS Medistra, Jakarta.
Editor: Dani M Dahwilani