Desainer Wignyo Rahadi Eksplorasi Kain Ulos Harungguan Menjadi Busana Siap Pakai
JAKARTA, iNews.id – Indonesia memiliki banyak wastra yang bisa diolah menjadi beragam busana cantik. Tidak hanya tenun dan batik, desainer ternama Wignyo Rahadi juga tertarik mengolah ulos menjadi busana siap pakai.
Ulos di tangan Wigyo memang tidak terkesan berat lagi dan lebih kaya warna. Hal itu dia praktikkan pada ulos harungguan, kain tradisional asal Tapanuli, Sumatera Utara. 
“Kain ulos memang kebanyakan terkesan kaku dan berat. Selain itu juga terbatas pada warna gelap dengan pewarnaan alam. Kini, bisa diolah menjadi menjadi ringan, lembut, dan pilihan warna lebih variatif, sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya,” tutur Wignyo Rahadi dalam keterangannya kepada iNews.id, Minggu (13/10/2019).
Menurut Wignyo, ulos merupakan kain tradisional asal Tapanuli, Sumatera Utara memiliki ragam jenis dan motif yang sarat makna. Ulos harungguan disebut sebagai “raja” ulos di Tanah Tapanuli karena di masa lampau hanya dipakai oleh raja dan kalangan terpandang, sehingga dianggap memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jenis ulos lain.
“Keistimewaan ulos harungguan memiliki motif kompleks yang menggabungkan semua motif ulos, sehingga tak ada pengulangan motif. Ulos harungguan hanya dibuat oleh penenun di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara,” ucapnya.
Sejauh ini, kata Wignyo, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga telah melakukan pembinaan untuk mengembangkan kerajinan Ulos di Muara.
Kain ulos harungguan hasil pengembangan tersebut, kemudian dipamerkan oleh Wignyo Rahadi dalam ajang peragaan busana bertema “Sahala” di Rooftop Terminal Pelabuhan Laut Sibolga, belum lama ini.
Dipilihnya Terminal Pelabuhan Laut Sibolga sebagai lokasi fashion show, rupanya bukan tanpa alasan. “Ini sebagai dukungan promosi pariwisata Kota Sibolga yang layak untuk dikunjungi karena desain bangunan dan keindahan Laut Sibolga terlihat jelas dari pelabuhan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Suti Masniari Nasution.
Koleksi Wignyo kali ini memadukan elemen histori dengan sentuhan modernitas, sehingga mewujudkan tampilan yang baru. Dia menampilkan 20 outfit, terdiri dari busana kontemporer dan modest wear menggunakan ulos harungguan dalam pilihan warna cerah dan gelap yang berpadu harmonis. Dia juga menghombinasikan ulos dengan tenun ATBM motif ulos sodum, full batik, dan lurik.
Adapun ulos harungguan kombinasi tenun ATBM, dituangkan dalam varian blus, outer, celana, long dress, hingga long coat bergaya modern. Ditampilkan pula selendang ulos yang menciptakan gaya klasik kontemporer.
“Melalui Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli yang menampilkan keindahan kain ulos dalam bentuk busana siap pakai (ready-to-wear), diharapkan dapat turut mendorong sentra kain ulos sebagai industri fashion,” kata Wignyo.
Dengan mengangkat kultur tradisi dan sentuhan modern, Wignyo mengatakan ulos bisa memiliki daya pakai lebih tinggi.
“Kain ulos dapat terus dilestarikan lintas zaman dan generasi, serta dapat diperkenalkan ke masyarakat lebih luas, tidak terbatas masyarakat Tapanuli, bahkan di negara lain. Dengan begitu, dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin kain ulos,” kata Wignyo Rahadi yang sebelumnya pernah mengembangkan selendang ulos motif Ragidup dan meraih penghargaan World Craft Council Award of Excellence for Handicrafts in South-East Asia and South Asia 2014.
Sementara itu, Suti Masniari Nasution menambahkan bahwa Pagelaran Karya Kreatif Tenun Tapanuli merupakan salah satu kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mendukung pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.
“Kami mengangkat warisan budaya leluhur, yaitu kain ulos harungguan yang disajikan dalam tampilan modern yang disukai semua generasi,” katanya.
Editor: Tuty Ocktaviany