Dituding Permainkan Hijab, Begini Tanggapan Berlliana Lovell
JAKARTA, iNews.id - Aktris Berlliana Lovell sempat menjadi sorotan setelah penampilannya mengenakan hijab menuai cibiran netizen. Dia bahkan dituding sengaja mempermainkan penampilan lantaran terlihat melepas dan mengenakan hijab dalam waktu berbeda.
Berlliana akhirnya buka suara terkait tudingan tersebut. Dia menegaskan penampilannya yang tertutup bukan untuk mencari perhatian, melainkan bagian dari tuntutan karakter dalam film layar lebar terbarunya.
Berlliana menjelaskan, proses syuting film tersebut berlangsung cukup panjang di luar negeri. Selama 27 hari menjalani syuting, dia harus menyesuaikan pakaian dengan kebutuhan adegan sekaligus aktivitas di luar lokasi syuting.
"Waktu itu kan syutingnya itu lumayan lama kan, 27 hari di film itu karena syuting di luar negeri. Dibilang mempermainkan hijab lah gitu, karena kan jadinya lepas pakai kan," kata Berlliana Lovell di kawasan Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.
Dia menyayangkan netizen langsung memberikan penilaian tanpa mengetahui alasan di balik perubahan penampilannya. Berlliana mengaku memang tidak menjelaskan kepada publik bahwa saat itu dirinya sedang menjalani proses syuting.
"Karena kan aku nggak ngomong kalau itu tuh lagi syuting, dan pastinya juga mereka nggak peduli gitu loh ya. Mereka cuma ngelihat aku pakai kerudung habis itu dilepas, langsung komen gitu. Mereka nggak tahu kalau posisi itu aku lagi syuting,"ujarnya.
Di balik sorotan tersebut, peran Berlliana dengan mengenakan hijab ternyata memiliki makna khusus. Dia menyebut penampilannya dalam film itu merupakan sesuatu yang dinantikan sang ayah.
"Iya, itu film yang bokap tunggu-tunggu karena aku pakai kerudung," kata Berlliana.
Berlliana mengatakan sang ayah saat ini tengah terbaring sakit akibat komplikasi sejumlah penyakit kronis. Kondisi tersebut membuat peran dalam film tersebut terasa semakin berarti bagi dirinya.
"Diabetes, gagal ginjal, jantung. Banyak deh. Emang bokap tuh udah komplikasi banget, karena emang dari muda itu diabet," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani