Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tips Memilih Baju Lebaran agar Tetap Nyaman saat Silaturahmi, Anti Bau Apek!
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Masyarakat Ternate Mengembangkan Usaha, Begini Upaya Dekranas

Selasa, 28 Agustus 2018 - 19:37:00 WIB
Dorong Masyarakat Ternate Mengembangkan Usaha, Begini Upaya Dekranas
Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla bersama para pelaku bisnis di Maluku Utara. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Maluku dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Di sana juga terdapat berbagai macam kerajinan yang bagus untuk dikembangkan, bahkan menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat sekitar.

Agar masyarakat mampu mengembangkan potensi tersebut, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bersama Dewan Kerajinan Nasional melakukan berbagai pelatihan pengembangan usaha. Tujuannya agar produk yang dihasilkan masyarakat memiliki kualitas dan dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, pihaknya bersama pihak terkait terus mengembangkan produk kerajinan nasional yang berbasis sumber daya alam. Namun, sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha, seperti dalam hal permodalan, pemasaran, dan teknik produksi.

"Oleh karena itu, melalui program pelatihan ini kita akan menata manajemen usaha para perajin agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing di pasaran," katanya di Ternate, Maluku Utara, Selasa (28/8/2018).

Mufidah mengungkapkan, Maluku Utara memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan pemerintah. Produk-produk seperti tenun, batu bacan, makanan, dan minuman khas Maluku Utara menjadi contoh betapa besarnya potensi daerah ini.

"Ke depan, kita akan terus menggali potensi di daerah agar bisa dikembangkan bersama, khususnya produk kerajinan. Karena tugas utama Dekranas adalah membina dan mengembangkan kerajinan produk UMKM di seluruh Indonesia," ucapnya.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga menambahkan, pemilihan Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu tempat pelatihan telah dipikirkan secara matang. Sebelumnya sudah ada empat daerah di Indonesia yang dipilih untuk menggelar acara serupa.

Kota-kota tersebut adalah Manokwari, Tuban, Palembang, dan Banjarmasin. Rencananya, provinsi yang terakhir menggelar acara ini adalah Sulawesi Tengah.

"Sehingga kelestarian hasil karya produk kerajinan yang berbasis kearifan lokal dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan," ucapnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 451 peserta. Ada beberapa program yang dilakukan, yakni penyuluhan perkoperasian kepada kelompok usaha bersama pra koperasi, pelatihan perkoperasian, pelatihan kewirausahaan , pelatihan vocational keterampilan teknis bagi Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM), sosialisasi program LPDB-KUMKM, Bimtek petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL), diklat pemanfaatan bahan baku lokal bagi KUKM, hingga diklat penerapan laporan keuangan berbasis aplikasi (Lamikro).

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut