Erin Taulany Diduga Murka karena Herawati Mengadu ke Yayasan, HP Dibanting 2 Kali
JAKARTA, iNews.id - Dugaan penganiayaan terhadap ART bernama Herawati kembali memanas usai dia mengungkap ponselnya dibanting dua kali oleh Erin Taulany. Peristiwa itu disebut terjadi setelah dirinya ketahuan menghubungi yayasan penyalur tenaga kerja.
Kasus ini bahkan ikut dibahas dalam RDPU Komisi III DPR RI pada Senin (18/5/2026). Dalam forum tersebut, Herawati menceritakan kronologi yang dia alami saat bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany tersebut.
Dia mengaku awalnya dimarahi karena gordyn kamar belum dibuka dan pintu kamar mandi belum ditutup. Saat sedang membersihkan sofa di lantai dua, Herawati disebut dipukul menggunakan sapu lidi.
Tak hanya sekali, Herawati mengaku dipukul dua kali di bagian belakang kepala. Dia mengaku langsung menangis karena ketakutan.
Herlina Ngaku Kabur dari Rumah Erin Demi Selamatkan Diri, HP hingga KTP Tertinggal
“Habis itu saya nangis ketakutan. Saya bilang, ‘Bu maaf Bu, jangan pakai kekerasan Bu’,” ujar Herawati.
Karena merasa tidak tahan, Herawati kemudian mencoba menghubungi pihak yayasan agar dijemput dari rumah tersebut. Dia bahkan memfoto sapu lidi yang disebut dipakai untuk memukul dirinya.
Diduga Jadi Korban Kekerasan Erin, Mantan ART Pilih Kabur Tanpa Digaji
Namun situasi disebut makin memanas ketika Erin mengetahui Herawati membawa ponsel di sakunya. Erin diduga emosi karena Herawati dianggap sering mengadu ke yayasan.
“Nah Bu Erin melihat ada HP di saku saya, katanya, ‘HP kamu sini! Kamu ni tukang ngadu-ngadu ke yayasan kamu’,” kata Herawati.
Memilukan, Mantan ART Erin Nekat Kabur Tanpa Sandal demi Selamatkan Diri
Setelah itu, Erin disebut meminta Herawati menaruh ponsel di meja sebelum akhirnya membanting perangkat tersebut dua kali ke lantai.
“Saya baru melangkah dua anak tangga, saya melihat Bu Erin sudah banting HP saya dua kali di lantai,” ujarnya.
Geger! Eks ART Ngaku Pernah Ditodong Pisau oleh Erin Wartia
Akibat kejadian itu, Herawati mengaku syok dan gemetar. Dia tetap bekerja sambil menangis sebelum akhirnya meminjam ponsel ART lain untuk meminta bantuan ke yayasan.
Editor: Dani M Dahwilani