Erin Taulany Dituduh Tak Bayar Gaji ART, Andre Angkat Bicara!
JAKARTA, iNews.id – Nama Erin Taulany kembali menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan serius terkait dugaan tidak membayar gaji asisten rumah tangga (ART). Bahkan, Erin dituduh melakukan aksi penganiayaan dan kekerasan pada ART.
Di tengah polemik tersebut, mantan suami Erin Taulany, Andre Taulany, akhirnya buka suara. Namun alih-alih memberi klarifikasi tegas, Andre justru mengaku tidak mengetahui detail kasus yang kini viral di media sosial.
"Waduh, saya nggak mau berkomentar, minta maaf banget. Karena saya nggak tahu dan saya juga memang sudah nggak dengar kabar beritanya. Jadi ya saya nggak bisa komentar apa-apa," ujar Andre saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Andre menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi tinggal satu atap dengan Erin sejak perceraian mereka. Hal ini membuat komunikasi dengan pihak rumah tersebut menjadi sangat terbatas.
Respons Andre Taulany Mantan Istri Terjerat Kasus Dugaan Penganiayaan ART: Semoga Cepat Selesai
“Nggak tahu, saya nggak tahu. Karena kan saya udah nggak di rumah sama mereka, karena udah masing-masing, gitu. Jadi saya nggak tahu,” katanya.
Ia bahkan mengaku baru mengetahui kabar dugaan kasus ini dari media sosial, bukan dari komunikasi langsung dengan pihak terkait.
ART Berseteru dengan Erin Taulany Ternyata Belum Sebulan Kerja
Terkait soal gaji, Andre memastikan kalau dia masih memberikan gaji tersebut melalui Erin. Ya, meski sudah tidak tinggal serumah, rupanya Andre masih membayar gaji ART di rumah yang ditinggali Erin.
Selain soal gaji, beredar pula kabar bahwa ART mengalami penahanan ponsel hingga hak-hak lain yang diduga tidak dipenuhi. Namun, Andre memilih untuk tidak berspekulasi mengenai hal tersebut.
"Ya, saya juga belum tahu seperti apa tindak lanjutnya, prosesnya juga sampai mana saya belum tahu. Ya mudah-mudahan bisa cepat selesai dengan baik," ujarnya.
Kasus ini masih menjadi perbincangan hangat, dan pernyataan Andre ini justru membuka sisi lain yang membuat persoalan semakin kompleks.
Editor: Muhammad Sukardi