Eza Gionino Minta Maaf usai Diduga Pukul Rahang Elryan Carlen, Laporan Polisi Lanjut!
JAKARTA, iNews.id – Aktor Eza Gionino dikabarkan sempat meminta maaf kepada rekan seprofesinya, Elryan Carlen, setelah dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Cibubur pada 12 Agustus 2026. Namun, permintaan maaf tersebut ternyata tidak membuat Elryan mengurungkan niat untuk membawa persoalan itu ke jalur hukum.
Elryan Carlen tetap melanjutkan laporan polisi terhadap Eza Gionino atas dugaan penganiayaan. Ia bahkan kembali mendatangi Polres Metro Depok, Jawa Barat, pada Rabu (19/8/2026), untuk menjalani pemeriksaan dan memberikan klarifikasi kepada penyidik.
Dalam pemeriksaan tersebut, Elryan mengaku dicecar 12 pertanyaan. Penyidik menggali berbagai hal terkait kejadian, mulai dari awal mula persoalan, lokasi, kronologi dugaan pemukulan, hingga benda yang disebut dibawa Eza saat mendatanginya.

"Di jam 5 (sore) dia minta maaf. Tapi, ya, saya ngelaporin ini sekali lagi untuk pihak dia biar jera, ada hukum jera, biar dia nggak sembarangan ke depannya," ujar Elryan pada awak media, belum lama ini.
Menurut Elryan, dirinya memilih tetap melanjutkan laporan karena khawatir kejadian serupa kembali terjadi apabila persoalan tersebut tidak diproses secara hukum.
"Kalau saya nggak ngelaporin ini, ya, bisa saja terjadi (lagi) kan, kita nggak tahu," katanya.
Keputusan Elryan untuk menempuh jalur hukum menjadi sorotan lantaran dirinya mengaku sudah mengenal Eza selama sekitar 11 tahun. Meski telah berteman cukup lama, Elryan menegaskan hubungan tersebut tidak membuatnya memilih menyelesaikan persoalan hanya melalui permintaan maaf.
Elryan sebelumnya mengaku Eza tiba-tiba mendatanginya dan menuduh dirinya memiliki hubungan spesial dengan mantan istri Eza, Eca. Tuduhan tersebut kemudian disebut berujung pada aksi pemukulan.
"Dia datang nuduh bahwasanya kalau saya tuh ada hubungan sama mantan istrinya, si Eca. Makanya saya bingung, kok dia bisa datang-datang nuduh saya gitu, padahal tanpa bukti," tuturnya.
Elryan mengaku bagian rahangnya menjadi sasaran pukulan. Ia kemudian menjalani visum untuk mendokumentasikan luka yang dialaminya.
Tak hanya itu, Elryan juga menyebut adanya benda yang disebutnya sebagai knuckle saat kejadian. Ia mengaku sempat meminta Eza melepaskan benda tersebut sebelum keduanya berbicara.
“Rahang bagian sini (yang dipukul). Sudah, mungkin itu yang paling keras ya. Jadi yang saya visum juga bagian sini. Awalnya sempat pegang-pegang knuckle, hingga akhirnya saya bilang ‘lepasin dulu knuckle-nya baru ngobrol’, akhirnya dilepasin sama dia,” ungkap Elryan.
Elryan memastikan proses hukum kini diserahkan kepada kepolisian. Ia juga menyebut terdapat sejumlah bukti yang dapat membantu penyidik mengusut dugaan penganiayaan tersebut.
Salah satunya berupa rekaman CCTV di lokasi kejadian. Selain itu, terdapat seorang saksi yang disebut berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“CCTV ada, nanti diperiksa sama pihak kepolisian. Saksi baru satu ya, yang pas di TKP,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi