Fakta Billie Eilish Suka Nonton Porno saat Masih Kecil, Anggap Sebagai Aib
JAKARTA, iNews.id – Fakta Billie Eilish suka nonton porno saat masih kecil cukup mengejutkan. Dalam sebuah wawancara dengan Howard Stern, Billie Eilish menjelaskan mengapa menurutnya "porno adalah aib".
Penyanyi asal Amerika ini mengaku sudah kecanduan menonton pornografi sejak usia muda belia.
Melansir people, Rabu (21/12/2021), Billie Eilish mengaku tentang bagaimana dia merasa "sangat hancur" oleh paparan gambar-gambar porno pada usia dini.
1. Merasa menonton pornografi aib
Saat artis The Happier Than Ever yang baru saja berusia 20 tahun ini saat mengunjungi SiriusXM's The Howard Stern Show, mengatakan bahwa "Sebagai seorang perempuan, saya pikir pornografi adalah aib, sejujurnya saya dulu sering menonton film porno. Saya mulai menonton film porno ketika saya berusia 11 tahun," kata Eilish.
"Saya pikir itu benar-benar menghancurkan otak saya, dan saya merasa sangat hancur karena saya terpapar begitu banyak pornografi," ujar pemenang Grammy Award tujuh kali itu.
2. Ungkap kemarahan
Masih dalam wawancara yang sama, fakta Billie Eilish suka nonton porno saat masih kecil sebenarnya tak hanya menjadi aib namun juga menimbulkan kemarahan di dalam dirinya.
"Saya sangat marah karena pornografi sangat digrandrungi orang-orang dan saya sangat marah pada diri sendiri karena berpikir bahwa itu baik-baik saja. Cara organ intim wanita terlihat di film porno sangat gila. Tidak ada organ intim perempuan yang terlihat seperti itu. Tubuh perempuan tidak terlihat seperti itu. Kami tidak seperti itu." Katanya.
3. Berfikir akan melajang
Pelantun lagu "Bad Guy", yang menjadi pembawa acara dan tampil di Saturday Night Live selama akhir pekan, juga membahas kencan di acara Stern dan berbicara tentang kesulitan yang dia hadapi.
“Aku tidak melakukan hal-hal semacam itu (kencan) dan main mata dengan orang." Katanya.
"Tahun lalu, saya berpikir bahwa saya akan melajang selama sisa hidup saya. Saya benar-benar bahkan tidak bisa membayangkan diri saya dalam suatu hubungan apa pun." Tuturnya lagi.
Editor: Dyah Ayu Pamela