Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Bocah Menangis Sendirian di Tenda Gunung Prau, Orang Tua Minta Maaf
Advertisement . Scroll to see content

Fiersa Besari Sentil Orang Tua Tinggalkan Balita di Gunung Prau: Minta Maaf Harus ke Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:48:00 WIB
Fiersa Besari Sentil Orang Tua Tinggalkan Balita di Gunung Prau: Minta Maaf Harus ke Anak
Fiersa Besari menyoroti kasus balita yang ditinggalkan sendirian di dalam tenda saat kedua orang tuanya mendaki hingga ke puncak Gunung Prau. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Musisi sekaligus pendaki Fiersa Besari menyoroti kasus balita yang ditinggalkan sendirian di dalam tenda saat kedua orang tuanya mendaki hingga ke puncak Gunung Prau. Dia mempertanyakan permintaan maaf ayah balita tersebut yang disampaikan kepada publik, bukan langsung kepada sang anak.

Fiersa menyampaikan tanggapannya melalui Instagram Story setelah menerima banyak pesan dari pengikutnya yang meminta pendapat mengenai peristiwa tersebut.

“Rasanya, perihal mengutuk dan menyumpahi orang tuanya, sudah diwakilkan oleh sebagian besar netizen yang membaca beritanya,” tulis Fiersa.

Meski tidak ikut melontarkan kecaman, Fiersa menegaskan dirinya tidak membenarkan tindakan orang tua yang meninggalkan anaknya dalam kondisi tersebut. Dia juga mempertanyakan kesiapan seseorang dalam menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.

“Saya sendiri tidak membenarkan perilaku orang tuanya. Sampai mikir, ‘Ternyata gak semua orang yang bisa bikin anak, pantas merawat anak,’” lanjutnya.

Fiersa juga menyoroti video permintaan maaf yang dibuat ayah balita setelah kasus tersebut viral. Menurutnya, permintaan maaf seharusnya ditujukan kepada anak yang ditinggalkan karena kejadian itu berpotensi menimbulkan trauma.

“Ketika sang ayah bikin video permintaan maaf pun saya bingung. Kenapa minta maaf sama orang-orang? Minta maaf tuh sama anaknya. Trauma lho itu,” tulisnya.

Kronologi Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau

Sebelumnya, video seorang balita yang menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau viral di media sosial. Anak tersebut dilaporkan ditinggalkan sekitar satu jam saat kedua orang tuanya melanjutkan perjalanan menuju puncak atau melakukan summit.

Rombongan pendaki lain yang mengetahui kondisi balita tersebut kemudian memberikan pertolongan. Kejadian ini menuai kecaman karena menyangkut keselamatan anak di kawasan pendakian.

Berdasarkan unggahan akun Instagram Ranger Prau pada Sabtu (17/10/2026), orang tua balita itu mendatangi basecamp untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi.

Mereka menjelaskan sang anak sedang tidur ketika ditinggalkan. Orang tua tersebut mengaku telah menitipkan balita itu kepada seorang teman yang mendirikan tenda bersebelahan.

Namun, ketika balita terbangun dan menangis, teman yang dititipi disebut justru tertidur. Orang tua tersebut juga meminta agar video anak mereka segera dihapus.

Penjelasan itu turut ditanggapi Fiersa. Dia menilai alasan menitipkan anak kepada orang lain yang kemudian tertidur tidak membenarkan keputusan meninggalkan balita di dalam tenda.

“Sempat lihat penjelasannya, katanya menitipkan pada kawannya, dan kawannya ketiduran. Tetap bloon aja menurut saya mah (mohon maaf),” tulis Fiersa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Mencapai puncak bukan satu-satunya tujuan pendakian, terlebih ketika membawa anak-anak. Tanggung jawab terhadap keselamatan mereka harus tetap menjadi prioritas utama.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut