Geger! Iis Dahlia Dihujat Netizen usai Dituduh Nyinyir ke Ressa Rizky Rossano
JAKARTA, iNews.id - Pedangdut senior Iis Dahlia mendadak dihujat netizen. Penyebabnya, Iis dituduh menyindir Ressa Rizky Rossano.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, Iis Dahlia dituduh mengatakan gegara Ressa Rizky Rossano, Denada diboikot netizen. Hal ini yang menjadi pemicu kemarahan netizen.
Padahal, Iis Dahlia dengan tegas membantah mengatakan hal tersebut. Dia tidak pernah menyampaikan kalimat tersebut, justru Iis mendukung penuh Ressa.
Hal itu diketahui lewat postingan Instagram Iis yang dengan bangga menyampaikan rasa bahagia Ressa kini telah menjadi model berkat bos skincare Shella Saukia.
Irfan Hakim Lega Denada Akui Ressa Rizky Anak Kandung
Ya, belum lama ini Ressa tiba-tiba menjadi muse untuk brand fashion Shella Saukia. Ressa berjalan di runway Garis Poetih Raya Festival by Ivan Gunawan.
Setelah acara selesai, Iis Dahlia terpantau menghampiri Ressa dan berfoto bersama. Di caption-nya, Iis menyampaikan rasa bangga pada Ressa.
Irfan Hakim Pegang Rahasia Besar Denada soal Ressa Rizky Rossano, Apa Itu?
"Sudah jadi model saja. Sukses yo, le. Juara ayank @shellasaukiaofficial. Bajunya keren lohhhh," tulis Iis dalam keterangan unggahan tersebut, dikutip Minggu (1/2/2026).
Unggahan ini pun langsung dibanjiri komentar warganet. Mereka justru mengungkit kembali sikap Iis sebelumnya yang membela Denada.
Mereka menilai sikap Iis tidak konsisten, bahkan menyebutnya bermuka dua.
"Lain kali tolong dijaga mulutnya, yaaa. Yang keluar dari mulutmu itu menyakitkan hati Ressa, padahal lukanya belum sembuh. Bukankah dirimu juga seorang ibu? Kok gak ada empatinya sih," kata @k.ana***.
"Sok baik di media sosial taunya di balik itu nyalahin Reza, nuduh lagi 'Gara-gara kamu si D diboikot', jahat kali mulutnya," ujar aurel****.
Iis Dahlia pun diminta lebih bijak dalam menjaga ucapannya. Apalagi ia juga merupakan seorang ibu yang memiliki anak.
Iis Dahlia sejauh ini juga belum berkomentar atas hujatan dari warganet. Postingannya pun masih bisa diakses dan masih terus dikomentari netizen.
Editor: Muhammad Sukardi