Geger! Penonton Konser F4 di Jakarta Datang saat Sakit Campak
JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial pengakuan seorang penonton konser F4 di Jakarta yang mengaku tetap datang ke acara meski sakit campak. Aksinya dianggap sangat membahayakan orang lain.
Unggahan si netizen memicu gelombang kritik dari warganet hingga mendapat sorotan langsung dari dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata. Sebab, campak sangat mudah menular dari manusia ke manusia lain.
Dalam unggahan yang sempat beredar di Threads, pemilik akun @theolawp mengaku terkena campak tiga hari sebelum konser berlangsung. Dia mengaku sempat pasrah karena mengira tidak bisa menghadiri konser idolanya tersebut.
Namun, setelah merasa kondisinya membaik, dia tetap memutuskan datang ke konser F4 di Jakarta. Dalam unggahan yang kini telah dihapus, akun tersebut juga memperlihatkan kondisi tubuhnya yang dipenuhi ruam akibat campak.
5 Tanda Campak pada Anak Wajib Diwaspadai Orang Tua, Ini yang Terlihat
Unggahan itu langsung menuai kecaman dari banyak warganet. Salah satu yang bereaksi keras adalah dr Adam Prabata melalui akun X pribadinya, @AdamPrabata.
"Sumpah marah banget!!" tulis dr. Adam, dikutip Rabu (3/6/2026).
5 Fakta Vaksin Campak Orang Dewasa, Nomor 4 Wajib Diperhatikan!
Menurutnya, campak bukan penyakit ringan karena memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain di sekitarnya.
"Campak itu salah satu penyakit yang penularannya cepat banget. Satu orang bisa menularkan ke 12-18 orang di sekitarnya," tulisnya.
Dokter Adam menjelaskan, seseorang yang terinfeksi campak sudah dapat menularkan virus sebelum ruam merah muncul di tubuhnya. Karena itu, keputusan menghadiri konser yang dipenuhi ribuan orang saat masih berada dalam masa penularan dinilai sangat berisiko.
"Artinya kalau memang timeline sakitnya H-3 konser seperti di postingan, orang ini nonton konser dalam kondisi masih menularkan campak. Kebayang enggak tuh seberapa banyak yang dia bisa tularin," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini masih berupaya menekan penyebaran campak melalui program vaksinasi dan edukasi kesehatan masyarakat.
"Seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang berusaha menekan penularan campak, kok bisa-bisanya ada yang kayak begini, enggak habis pikir," tulis dr. Adam.
Sebagai informasi, campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh.
Pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari pneumonia hingga radang otak.
Hingga kini, unggahan asli dari akun yang bersangkutan telah dihapus setelah memicu kontroversi di media sosial.
Editor: Muhammad Sukardi