Geger! Sarwendah Ngaku Pegang Rahasia Besar Ruben Onsu dan Penyakitnya
JAKARTA, iNews.id - Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah dalam proses gugatan hak asuh anak kembali memanas. Terbaru, pihak Sarwendah mengungkap adanya bukti medis yang diklaim berkaitan dengan isu kesehatan Ruben Onsu.
Pernyataan mengejutkan itu disampaikan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Chris bahkan menegaskan pihaknya memiliki bukti terkait penyakit Ruben Onsu yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik. Namun, bukti tersebut tidak akan diumbar ke publik dan rencananya akan diserahkan dalam persidangan.
"Bang Minola (kuasa hukum Ruben) lupa bahwa Sarwendah adalah istri kliennya pada saat itu. Jadi, apa pun urusan kesehatannya, dokter, rumah sakit, pasti memberikan hasil dong, ya, bukti pemeriksaan, bukti lab, kepada klien kami,” ujar Chris Sam Siwu, belum lama ini.
Menurut Chris, posisi Sarwendah sebagai istri Ruben Onsu pada saat itu membuatnya memiliki akses terhadap informasi medis sang suami. Karena itu, ia membantah jika pihaknya hanya menyampaikan tudingan tanpa dasar.
Isu tersebut mencuat setelah pihak Ruben Onsu mempertanyakan bukti percakapan atau chatting Sarwendah yang membahas penyakit 'tiga huruf'.
Alih-alih membuka bukti tersebut ke hadapan publik, Chris mengatakan seluruh dokumen yang dimiliki akan diserahkan kepada majelis hakim.
“Kami tegaskan kami punya buktinya yang akan kami sampaikan di pengadilan. Jadi, kami tidak buka di sini, tapi kami buka bukti itu di pengadilan. Dan punya buktinya? Punya, kami punya buktinya, terkait penyakit tiga huruf,” tegas Chris.
Chris menyebut apa yang diketahui publik saat ini baru sebagian kecil dari materi yang nantinya akan disampaikan dalam persidangan. Ia pun meminta pihak Ruben tidak terburu-buru menyebut informasi tersebut sebagai hoaks.
“Apa yang mungkin masyarakat saat ini tahu, netizen tahu, itu baru salah satu saja. Tapi nanti kami buka semuanya di persidangan yang lebih lengkap, lebih detail. Jadi sudahlah, jangan lagi mengalihkan ini hoaks segala macam,” katanya.
Tak berhenti di sana, Chris juga menyoroti dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang sempat beredar dan menjadi perhatian publik.
Ia mengaku menemukan adanya persoalan terkait perbedaan tanggal lahir dan identitas dalam dokumen tersebut. Chris pun memberikan peringatan kepada pihak laboratorium agar tidak melakukan perubahan terhadap data medis.
“Kami ingatkan kepada lab tersebut, hati-hati. Jangan sampai sengaja, jangan sampai ada indikasi kesengajaan terhadap perubahan tanggal lahir dan identitas. Karena di situ ada riwayat pemeriksaan. Kami enggak mau nanti blunder kepada pihak lab,” ujarnya.
Meski demikian, Chris tidak membuka secara rinci isi bukti medis yang dimaksud. Ia menegaskan pihaknya memilih membawa persoalan tersebut ke ruang sidang untuk menjaga privasi dan memastikan bukti diperiksa dalam proses hukum.
Editor: Muhammad Sukardi