Geger! Tasyi Athasyia Kehilangan 12 Barang Branded, Dijual Karyawannya
JAKARTA, iNews.id - Influencer Tasyi Athasyia dibuat syok setelah mengetahui sejumlah barang branded miliknya yang selama ini hilang ternyata diduga telah dijual karyawannya sendiri. Tak disangka, notifikasi email justru menjadi petunjuk yang membongkar semuanya.
Kisah mengejutkan itu diungkap Tasyi Athasyia melalui unggahan di Instagram. Ia menceritakan bagaimana barang-barang berharganya bisa hilang satu per satu tanpa pernah menimbulkan kecurigaan terhadap orang yang bekerja bersamanya.
Awalnya, Tasyi hanya menyadari beberapa koleksi tas miliknya hilang.
Hal itu terjadi setelah ia selesai merenovasi walk-in closet. Saat hendak kembali menata koleksi tas, Tasyi mendapati sekitar lima tas miliknya sudah tidak berada di tempat.
Tasyi kemudian sempat mencari barang-barang tersebut di sekitar rumah. Namun, karena tidak kunjung ditemukan, ia memilih untuk mengikhlaskannya.
Ia pun tidak pernah menyangka bahwa hilangnya barang tersebut ternyata menjadi awal dari masalah yang jauh lebih besar. Sebab, setelah kejadian itu, semakin banyak barang milik Tasyi yang raib.
Tasyi sama sekali tidak menaruh curiga kepada karyawannya. Sampai sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuka semuanya.
Tasyi mengungkap seluruh timnya menggunakan iMac yang sama untuk login email. Suatu malam, salah satu anggota timnya tiba-tiba mendapatkan notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya.
Isi notifikasi tersebut memperlihatkan adanya transaksi penjualan barang.
Awalnya mungkin terlihat seperti transaksi biasa. Namun, ketika diperiksa lebih lanjut, barang yang tertera dalam transaksi ternyata adalah sepatu milik Tasyi yang sebelumnya hilang.
Seketika, anggota tim Tasyi mulai menelusuri email tersebut. Saat di-scroll, mereka menemukan lebih banyak bukti transaksi. Satu per satu transaksi yang sebelumnya tidak diketahui mulai terungkap.
Dari sinilah dugaan penjualan barang-barang branded milik Tasyi yang selama ini hilang mulai terbongkar.
"Notifikasi kalau barang ini sudah terjual, dan pas dilihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di-check dan ketika di-scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang," tulis Tasyi, dikutip Minggu (9/8/2026).
Dari penelusuran sementara, setidaknya 12 barang milik Tasyi diketahui telah dijual. Yang lebih mengejutkan, hampir seluruh barang tersebut dijual melalui sumber yang sama.
Tasyi mengungkap barang-barang tersebut diduga dikirim oleh karyawan melalui jasa ekspedisi ke salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial.
Toko tersebut diketahui dapat menerima barang tanpa proses tatap muka secara langsung. Kondisi itu diduga membuat proses pengiriman dan penjualan barang menjadi lebih mudah dilakukan tanpa harus mempertemukan penjual dan pihak toko.
Saat ditanya mengenai jumlah barang yang telah dijual, karyawan tersebut bahkan disebut tidak mengingat secara pasti.
"Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga inget karena banyak," ungkap Tasyi.
Setelah mengetahui rangkaian transaksi tersebut, Tasyi akhirnya memutuskan membawa persoalan itu ke jalur hukum. Namun, bagi Tasyi, kerugian yang dirasakan bukan hanya soal hilangnya koleksi branded. Ada sesuatu yang jauh lebih sulit untuk dikembalikan, yaitu kepercayaan.
Selama bekerja bersama, Tasyi mengaku telah membangun hubungan dan kepercayaan dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, mengetahui dugaan pengkhianatan tersebut membuatnya sangat terpukul.
"Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika," tulis Tasyi.
Editor: Muhammad Sukardi