Ghibah Perbuatan Dosa Besar, Ini Cara Terbaik Menghindari
JAKARTA, iNews.id – Tak terhitung umat Islam yang khusyuk menjalankan ibadah, mulai salat, puasa, zakat, berhaji, dan lain-lain. Tapi, tak sedikit yang sulit untuk menghindari ghibah. Padahal, Islam jelas melarang bagi seseorang untuk menggunjingkan orang lain. Ghibah sangat tipis dengan fitnah, perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT.
Allah sangat mencela ghibah dan menggambarkan orang yang melakukannya sama saja melakukan perbuatan yang menjijikkan. ”Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat 12).
Hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Daud menyebutkan, dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah pernah ditanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ghibah?’ Beliau menjawab: ‘Engkau menyebut tentang saudaramu yang dia tidak sukai’.”
Dalam riwayat itu Rasulullah ditanya lagi. ”Bagaimana pendapatmu jika apa yang ada pada saudaraku sesuai dengan yang aku omongkan?" Beliau menjawab: ‘Jika apa yang engkau katakan itu memang benar-benar ada maka engkau telah berbuat ghibah, namun jika tidak maka engkau telah berbuat fitnah’."
Perbuatan ghibah harus dihindari, apalagi sampai menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak cara untuk menjauhinya, antara lain tidak berkumpul dengan orang-orang yang suka bergunjing. Selain itu, kaum Muslim bisa menyibukkan diri pada perbuatan amal salih. Bila waktu habis digunakan untuk perbuatan ibadah, tentu tidak akan ada kesempatan untuk membicarakan kejelekan orang lain, lebih-lebih yang berujung fitnah.