Ini Cara Desainer Lia Mustafa Cintai Alam dengan Sustainable Fashion

Siska Permata Sari ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 19:37 WIB
Ini Cara Desainer Lia Mustafa Cintai Alam dengan Sustainable Fashion

Lia Mustafa fokus mengembangkan koleksi busana yang ramah lingkungan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kita semua tahu bahwa industri fashion menjadi yang paling banyak menghasilkan limbah untuk lingkungan. Untuk itu, para desainer busana mempunyai andil cukup besar untuk mengurangi, bahkan menghentikannya.

Beberapa tahun belakangan ini, sustainable fashion banyak diterapkan oleh para desainer. Sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan adalah konsep berbusana ramah lingkungan, yang tak hanya dari pembuatannya saja tetapi sampai tangan konsumen.

Seorang desainer asal Yogyakarta sekaligus pengurus Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lia Mustafa mengatakan, desainer harus dituntut untuk memulai hal itu dari hal-hal kecil.

“Tak perlu sempurna, tapi mulai dari hal kecil. Contohnya, penggunaan kainnya, bagaimana pewarnaannya, mengurangi sampah (bahan) dengan konsep zero waste,” tuturnya di Webinar ‘Berbisnis dari Rumah’, belum lama ini.

Konsep zero waste itu, kata Lia, telah diterapkan di salah satu brand-nya, ‘Ammalee’ yang khusus untuk busana knitwear. “Knitwear ini sebetulnya pengerjaannya zero waste, aman, jadi tak ada limpahan sampah yang banyak,” ujarnya.

Selain hal-hal tadi, konsep recycle atau re-design juga bisa dilakukan untuk lebih mengurangi limbah dari industri fashion.

“Karya-karya lama itu sebenarnya bisa cukup di-update atau recycle, red-design. Jadi, banyak cara agar desainer dapat berkontribusi pada bumi ini,” ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany