Innalillahi, Kunto Aji Berdukacita
JAKARTA, iNews.id - Musisi Kunto Aji tengah berduka. Maestro seni rupa Indonesia Nasirunmeninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) di usia 60 tahun akibat henti jantung.
Di tengah kabar duka tersebut, perhatian publik tertuju pada unggahan Kunto Aji di akun Instagram pribadinya. Lewat tulisan panjang, pelantun 'Rehat' itu mengenang Nasirun sebagai sosok yang tidak hanya mengajarkannya tentang seni, tetapi juga tentang cara menjalani kehidupan.
Kunto Aji mengawali pesannya dengan mengungkapkan bahwa banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari Nasirun.

"Apa yang tidak kudapat dari bapakku, terutama soal kesenian, kudapat dari beliau. Kehidupan seperti apa yang ingin kujalani di masa tua nanti, dimanifestasi utuh di hidupnya," ujar Kunto, dikutip Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, Nasirun memandang kehidupan dengan cara yang sederhana sekaligus menyenangkan. Baginya, almarhum selalu menganggap dunia sebagai tempat untuk terus belajar, berkarya, dan menikmati setiap proses kehidupan.
"Dunia ini seperti taman bermain. Bukan hanya dalam berkarya tapi juga bagaimana berselancar dalam segala simpulnya," katanya.
Dalam kenangannya, Kuntoaji menggambarkan Nasirun sebagai pribadi yang mampu menghadapi berbagai tekanan hidup tanpa kehilangan selera humornya.
Bahkan ketika berada dalam situasi yang sulit, almarhum selalu memilih bercanda agar suasana tetap terasa ringan.
"Situasi tegang dengan tekanan pun dihadapi dengan jenaka dan srimulatan. Semua terasa ringan," ungkap Kunto Aji.
Kalimat berikutnya menjadi bagian yang paling menyentuh perhatian warganet. Kunto Aji membayangkan bahwa hingga detik-detik terakhir hidupnya pun, Nasirun tetap membawa sifat humoris yang selama ini melekat dalam dirinya.
"Aku yakin malaikat kematian pun kamu gojeki tadi, pak," katanya.

Di akhir unggahannya, Kunto Aji menyampaikan ucapan selamat jalan dalam balutan doa. Ia bahkan menyinggung lagu 'Galaksi' milik almarhum Gombloh, sebelum akhirnya memilih mengiringi kepergian sang ayah dengan doa.
"Makasih ya pak. Terima kasih. Di sini enggak ada lagu Galaksi dari Gombloh pak, kita iringi pakai doa ya. Walau aku yakin jalanmu lancar," ujarnya penuh haru.
Pesan itu kemudian ditutup dengan kalimat sederhana namun sarat makna. "Sugeng tindak Pak Nasirun. Suwargi langgeng," tambah Kunto Aji.
Nasirun meninggal dunia di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta setelah sebelumnya mengalami sesak napas pada dini hari. Berdasarkan keterangan keluarga, maestro seni lukis kontemporer itu mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung.
Nasirun dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, pada Sabtu sore. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
Editor: Muhammad Sukardi