Innalillahi, Sutradara Si Doel Anak Sekolahan Ida Farida Meninggal Dunia
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia. Sutradara sekaligus penulis skenario senior Ida Faridameninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026.
Ida Farida berpulang dalam usia 88 tahun. Ia lahir pada 5 Mei 1938 dan sepanjang hidupnya dikenal sebagai salah satu sineas perempuan yang memiliki perjalanan panjang di industri perfilman Tanah Air.
Kabar kepergian Ida Farida disampaikan Festival Film Indonesia melalui unggahan belasungkawa di media sosial.
"Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan dan karya yang ditinggalkan menjadi amal yang terus mengalir," tulis Festival Film Indonesia, dikutip Jumat (4/9/2026).
Dewan Kesenian Jakarta juga menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Ida Farida. Dalam unggahannya, perjalanan karier almarhumah di dunia film turut dikenang.
Ida Farida mengawali kariernya sebagai asisten sutradara sebelum akhirnya dipercaya menggarap film layar lebar.
Film pertama yang disutradarainya adalah Guruku Cantik Sekali. Setelah itu, ia menggarap sejumlah film, termasuk Tak Ingin Sendiri.
Perjalanan kariernya kemudian membawanya ke Malaysia. Ida Farida mendapat kontrak kerja dan menggarap sejumlah film produksi Malaysia.
Salah satu karya yang kemudian menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya adalah Semua Sayang Kamu.
Film tersebut membawanya meraih Piala Citra sebagai Penulis Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia 1989. Data Film Indonesia juga mencatat Ida Farida sebagai sutradara sekaligus penulis naskah film tersebut.
Selain meninggalkan jejak lewat film layar lebar, Ida Farida juga memiliki peran dalam perjalanan salah satu sinetron paling ikonik di Indonesia, Si Doel Anak Sekolahan.
Nama Ida Farida tercatat dalam episode-episode awal sinetron yang dibintangi Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, hingga Benyamin Sueb.
Ida Farida disebut menangani 12 episode pertama Si Doel Anak Sekolahan sebelum penyutradaraan kemudian dilanjutkan oleh Rano Karno. Informasi mengenai keterlibatan Ida Farida pada 12 episode awal tersebut juga tercatat dalam sejumlah sumber yang membahas perjalanan kariernya.
Keterlibatan tersebut membuat nama Ida Farida memiliki tempat tersendiri dalam sejarah lahirnya Si Doel Anak Sekolahan. Meski kemudian Rano Karno menjadi sosok yang sangat lekat dengan perjalanan dan penyutradaraan serial tersebut, Ida Farida telah lebih dulu menangani bagian awal dari cerita Si Doel.
Kini, perjalanan panjang tersebut telah berakhir.
Kepergian Ida Farida meninggalkan duka bagi keluarga besar perfilman Indonesia. Namun, karya-karyanya akan terus menjadi bagian dari sejarah sinema Tanah Air, termasuk jejaknya dalam 12 episode awal Si Doel Anak Sekolahan yang hingga kini masih dikenang banyak penonton.
“Selamat jalan, Ida Farida. Karya dan jejakmu akan selalu dikenang,” tulis Dewan Kesenian Jakarta.
Editor: Muhammad Sukardi