Insanul Fahmi Ungkap Penyesalan Usai Berpisah dari Wardarina Mawa, Sempat Depresi
JAKARTA, iNews.id - Insanul Fahmi mengungkap kondisi psikologisnya setelah resmi menyandang status sebagai duda usai berpisah dari Wardarina Mawa. Dia mengaku sempat mengalami masa sulit hingga merasa depresi, namun kini memilih melakukan evaluasi diri.
Insanul Fahmi mengatakan, perpisahan tersebut membuat dirinya banyak merenung. Dia tidak menampik pernah berada dalam fase sulit, bahkan sempat menyalahkan orang lain atas masalah yang dihadapinya.
"Pasti pernah lah ya (depresi). Ya dulu, kalau dulu kan banyak nyalahin orang. Sekarang mungkin kayak lebih kayak qadarullah, terus habis itu banyak evaluasi diri pastinya," ujar Insanul Fahmi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.
Kini, Insanul berusaha mengambil pelajaran dari berbagai kejadian yang dialaminya. Dia mengaku tidak ingin kembali mengambil keputusan yang salah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati.
"Enggak boleh salah ambil langkah lagi, enggak boleh sombong, enggak boleh banyak nyalahin orang. Karena apapun yang diambil keputusannya itu kan pasti ada sangkut pautnya sama keputusan yang kita ambil," katanya.
Insanul juga menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menentukan jalan hidup. Pengalaman tersebut membuatnya lebih banyak menyerahkan hasil kepada Tuhan sembari tetap berusaha.
"Banyakin kayak, oh ternyata manusia itu enggak bisa ngapa-ngapain, maksudnya kita ini enggak berdaya gitu loh kalau misal tanpa yang di atas. Ternyata itu belum tentu yang terbaik juga kalau kita memang planning gitu. Jadi kayak banyak serahin sama yang di atas sih sambil ikhtiar," ujarnya.
Meski mengaku memiliki rasa penyesalan atas masa lalu, Insanul Fahmi tidak ingin terus larut dalam keadaan tersebut. Dia memilih fokus memperbaiki diri dan menata kembali kehidupannya ke depan.
"Ehm, penyesalan itu pasti ada. Tapi ya kita kalau mau berlarut-larut juga kan enggak baik, jadi aku merasa lebih bagus banyak, ya sudah ke depan ini apa yang perlu dibenahin," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani