Jelang Putusan Perkara, Richard Lee Berserah Diri Kutip Doa Nabi Yunus
JAKARTA, iNews.id - Richard Lee mengutip doa Nabi Yunus AS saat menghadapi proses hukum yang menjeratnya. Dokter kecantikan tersebut mengaku pasrah dan menyerahkan nasibnya kepada Tuhan menjelang putusan perkara dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan.
Sidang perkara Richard Lee di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, akan memasuki agenda putusan pada Kamis, 12 November 2026. Sebelumnya, Richard telah menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dan menyampaikan pembelaannya di hadapan majelis hakim.
Ditemui usai sidang pada Rabu (5/11/2026) lalu, Richard mengaku sudah berusaha maksimal dalam menghadapi perkara tersebut. Kini, dia memilih berserah diri setelah menyampaikan seluruh pembuktian yang diyakini dapat membantah tuduhan terhadap dirinya.
Sebelum memasuki ruang sidang, suami Reni Effendi itu juga meminta restu dan petuah dari sejumlah guru spiritualnya, termasuk Ustadz Derry Sulaiman dan Ustadz Hanan Attaki. Wejangan mereka membuat Richard lebih tenang menghadapi proses hukum.
"Sebelum saya ke tempat ini hari ini waktu pemeriksaan terdakwa, saya minta restu guru-guru saya. Guru saya memberikan pesan: terserah Allah saja semuanya. Semua sudah saya lakukan, semua bukti sudah saya kasih. Saya sudah bilang produk itu bukan punya saya, itu barang palsu, semua direkayasa, sudah saya sampaikan semuanya. Sisanya terserah Allah saja," ujar Richard Lee.
Selain meminta restu, Richard juga mengamalkan doa yang secara khusus disampaikan Ustadz Derry Sulaiman. Doa tersebut merupakan doa Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan yang dikenal sebagai doa memohon ampunan dan pertolongan Allah.
"Ustadz Derry menyampaikan kepada saya, lafalkan doa: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaalimiin'. Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim. Ini adalah doa Nabi Yunus di dalam perut ikan paus yang memohon pengampunan dan juga pertolongan kepada Allah," kata Richard dengan suara lirih.
Richard juga menyinggung pentingnya keadilan dalam proses hukum yang sedang dijalaninya. Dia berharap perkara tersebut diputus berdasarkan bukti yang memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Perpanjangan tangan Allah di sini, dan saya yakin keadilan tidak boleh dibangun atas bukti yang tidak jelas asal-usulnya atau palsu. Sebab ketika bukti kehilangan kredibilitasnya, tuduhan tidak serta-merta berubah menjadi kebenaran," katanya.
Richard menegaskan seluruh upaya pembelaan telah dilakukan selama persidangan. Dia kini memilih menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan, meski tetap siap kembali memperjuangkan haknya jika putusan tidak sesuai harapan.
"Kalian tanya tadi ke saya seberapa saya yakin... saya serahkan semuanya kepada Allah. Benar kata Ustadz Derry, guru-guru saya, Ustadz Hanan Attaki, udah tugas saya sudah selesai. Saya sudah ikhtiar yang terbaik, sisanya saya serahkan kepada Allah. Mau mengatakan saya bebas, enggak... ya kalau enggak, ya saya melakukan perlawanan terbaik lagi," ujar Richard.
Editor: Dani M Dahwilani