Kecelakaan Mobil di Bandung, Yukie Pas Band Jalani Operasi di Kepala hingga 10 Jahitan
JAKARTA, iNews.id - Kondisi Yukie Pas Band alias Yuki Martawidjaja usai mengalami kecelakaan mobil di Bandung, Jawa Barat, kini sudah stabil setelah menjalani operasi untuk menangani luka di bagian kepala. Vokalis Pas Band tersebut harus mendapat 10 jahitan akibat benturan dalam kecelakaan.
Kabar mengenai kecelakaan Yukie disampaikan langsung drummer Pas Band, Sandy. Dia mengatakan Yukie masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah mendapat tindakan medis.
"Kondisi sudah stabil pasca-operasi, alhamdulillah," ujar Sandy Pas Band saat dihubungi awak media belum lama ini.
Sandy mengatakan luka yang dialami Yukie berada di bagian kepala. Meski cukup serius hingga membutuhkan 10 jahitan, kondisi pemilik nama lengkap Yuki Arifin Martawidjaja itu kini berangsur membaik.
"Masih (di rumah sakit). Ada luka 10 jahitan. Sudah stabil dan sudah di ruang rawat," ujar Sandy.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan AH Nasution, kawasan Sukamiskin, Arcamanik, Bandung. Berdasarkan informasi dari Sandy, mobil yang ditumpangi Yukie ditabrak kendaraan lain.
Pengemudi kendaraan tersebut disebut mengalami microsleep saat berkendara. Kondisi tersebut diduga membuat pengemudi kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak kendaraan Yukie.
"Keluarga penabrak sudah kooperatif, ternyata micro sleep. Sudah meminta maaf dan bertanggung jawab," katanya.
Pihak keluarga pengemudi yang terlibat kecelakaan juga disebut menunjukkan itikad baik. Mereka bersedia bertanggung jawab atas insiden yang membuat Yukie harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara terkait kemungkinan membawa perkara tersebut ke jalur hukum, Sandy menyebut keluarga Yukie lebih memilih penyelesaian secara kekeluargaan. Kedua pihak berpeluang menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
"Insya Allah (damai)," ucap Sandy.
Saat ini, Yukie masih berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kondisinya yang sudah stabil menjadi kabar baik bagi keluarga, personel Pas Band, dan para penggemarnya.
Editor: Dani M Dahwilani