Keluarga Ungkap Penyebab Nano Riantiarno Meninggal Dunia, Didiagnosa Kanker hingga Dilarikan ke ICU
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka kembali datang dari dunia seni Indonesia. Aktor sekaligus pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno atau akrab disapa Nano, meninggal dunia akibat kanker.
Hal tersebut diungkapkan oleh putra sulungnya, Rangga Bhuana. Dia mengatakan, sang ayah telah menderita tumor selama empat tahun.
"Pulang dari rumah sakit, tiba-tiba awal Desember batuk-batuk, rontgen 3 Desember. Ternyata, ada penyebaran ke paru-paru. Dipastikan lagi, sejak dibawa ke ICU Dharmais tanggal 27 Desember, diteliti lewat rontgen, diambil cairan paru-paru, itu yang bikin sesak napas, ya memang kondisinya kanker," kata Rangga Bhuana.
Rangga menjelaskan, sang ayah meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, Nano sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan pada 23 Desember 2022.
5 Artis Merintis Karier dari Abang None, Nomor 3 Hidup Bahagia Bareng Suami Bule dan Putra Tampan
Kemudian, Nano pun dipindahkan ke RS Dharmais pada 27 Desember. "Iya dari hari Senin sudah di sini (rumah). Memang kondisinya, secara perlahan menurun. Kalau dibilang sakit ada, karena kelamaan berbaring," jelas Rangga.
Dia juga mengungkapkan, ayahnya sempat mengeluhkan sesak napas. "Karena di paru-paru, jadinya sesak," katanya.
Intip Potret Cantik Angel Karamoy Artis Era 2000-an, Tampil Bak ABG di 36 Tahun
"Boleh pulang tetap membawa selang untuk mengeluarkan cairan dalam paru-paru. Itu sedikit membantu," sambung Rangga.
Dia lalu menegaskan bahwa sang ayah meninggal usai didiagnosa menderita kanker paru-paru. "Pada akhirnya karena kena paru-paru napasnya jelek, jadi sulit juga karena bergerak di kasur cukup sulit," ujar dia.
Intip 5 Potret Penyanyi Lawas Era 80-an, Nomor 4 Pilih Hijrah dan Jadi Pendakwah
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nano Riantiarno meninggal pada Jumat (20/1/2023) di usia 73 tahun. Berdasarkan pantauan, jenazah mendiang Nano Riantiarno tengah disemayamkan di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Editor: Siska Permata Sari