Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cibir Pasien BPJS yang Antre 8 Jam di IGD, Oknum Nakes Akui Tak Profesional
Advertisement . Scroll to see content

Keluarga Yurizal Minta Netizen Setop Hujat Dokter dan Nakes yang Komentar Sadis ke Pasien BPJS

Rabu, 05 Agustus 2026 - 15:43:00 WIB
Keluarga Yurizal Minta Netizen Setop Hujat Dokter dan Nakes yang Komentar Sadis ke Pasien BPJS
Ilustrasi keluarga pasien BPJS. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Di tengah gelombang kemarahan publik terhadap dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang melontarkan komentar sadis kepada pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan, sikap mengejutkan justru datang dari pihak keluarga. 

Alih-alih membalas dengan kemarahan, keluarga Yurizal Tri Chaerawan meminta masyarakat menghentikan hujatan terhadap para tenaga kesehatan yang telah menyampaikan permintaan maaf. Kenapa demikian?

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh adik almarhum, Maulidya Yusthika Chaerani, saat menanggapi permintaan maaf yang diunggah tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika di media sosial Threads.

Melalui kolom komentar, Maulidya mengungkapkan bahwa keluarga menghargai itikad baik Widhiyarini yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

"Waalaikumussalam, hallo ka @widhiyarini saya adiknya almarhum @yurizaltrich dan segenap keluarga berterimakasih sudah memberikan itikad baiknya ya ka," tulis Maulidya, dikutip Rabu (5/8/2026).

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa keluarganya sempat sangat terpukul membaca komentar yang ditujukan kepada sang kakak.

"Saya harap kakak ke depannya lebih wise lagi dan saring dari segala apa yg kakak ucap. Jujur kak saya sedih banget dan marah melihat komentar kakak," lanjutnya.

Namun, di balik rasa sedih tersebut, keluarga memilih untuk mengakhiri polemik dengan sikap memaafkan. Menurut Maulidya, mereka tidak ingin terus tenggelam dalam amarah karena khawatir hal itu justru membuat almarhum tidak tenang.

"Tapi kami gak mau almarhum malah tambah sedih kalo kami makin terpuruk dan semoga kakak sehat selalu dan Allah selalu ngelindungi kakak, yaa," ujarnya.

Pernyataan yang paling menyita perhatian publik justru muncul di akhir pesannya. Maulidya secara terbuka meminta warganet menghentikan serangan kepada Widhiyarini pun dokter serta nakes yang memberi komentar sadis kepada pasien BPJS.

"Untuk temen-temen yang lain, sudah, ya, kakak-kakak jangan menghujat kakak ini lagi," tulisnya.

Dokter dan Nakes Satu per Satu Minta Maaf

Permintaan keluarga muncul setelah sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang sebelumnya menuai kecaman akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika mengakui komentarnya tidak mencerminkan etika, empati, maupun profesionalisme. Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Yurizal dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Tak lama berselang, dr Benny Christian Sihombing juga mengunggah video permintaan maaf. Dalam pernyataannya, dia mengaku bertanggung jawab penuh atas komentarnya dan siap menerima seluruh konsekuensi, termasuk jika harus menghadapi proses hukum maupun sanksi dari institusi terkait.

Permintaan maaf serupa disampaikan dr Elda Putri Rahardini. Melalui surat terbuka, dia mengakui komentarnya tidak pantas, tidak etis, dan tidak menunjukkan empati sebagai seorang dokter. Dia juga meminta maaf kepada keluarga almarhum dan masyarakat.

Berawal dari Keluhan Pasien BPJS

Kasus ini bermula ketika Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhan di Threads pada 22 Juli 2026. Dia mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan.

Unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada sinis dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, tangkapan layar komentar-komentar tersebut kembali viral dan memicu kemarahan publik.

Meski banyak warganet masih mengecam para pemberi komentar, keluarga Yurizal memilih menyampaikan pesan yang berbeda. Mereka berharap permintaan maaf yang telah disampaikan diterima sebagai bentuk penyesalan dan menjadi pelajaran agar tenaga kesehatan lebih mengedepankan empati dalam melayani pasien maupun saat berinteraksi di media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut