Kenang Jasa Mendiang Ibunda dan Ayah Nino, Rayi: Mereka Berperan Besar Terbentuknya RAN
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar dari grup musik RAN. Kepergian ibunda Rayi menyusul kabar duka dari ayah Nino yang meninggal pada Sabtu 3 Oktober lalu.
Ibunda dari Rayi Putra yang bernama Rahayu Joesmintarti meninggal dunia pada Kamis 8 Oktober 2020, pukul 20.45 WIB. Jenazah ibunda Rayi dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat
"Tanggal 8 Oktober 2020, tepatnya pukul 20.45 WIB, ibu saya meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo. Penyebab kematiannya karena penyakit liver sirosis," ujar Rayi, seperti dikutip dari kanal YouTube STARPRO Indonesia, Sabtu (10/10/2020).
Menurut Rayi, sang ibu sangat gigih melawan penyakit yang telah lama dideritanya. Tak hanya itu, Rayi mempelajari banyak hal dari sosok ibunda yang berpendirian teguh dan tak pelit ilmu.
"Beliau orang yang gigih, teguh pendirian, agak keras, itu yang paling saya pelajari dari beliau. Orangnya juga enggak pelit ilmu, suka berbagi ilmu," kata Rayi mengenang sang ibu.
Bahkan, ibunda Rayi sempat memiliki sekolah musik bernama Indonesian Youth Orchestra. Di sekolah itulah, Rayi dan kedua saudara kandungnya mempelajari musik lebih dalam.
"Ada jiwa pendidiknya. Dia dulu punya sekolah musik, namanya Indonesian Youth Orchestra. Saya, kakak dan adik belajar musik dari situ," ujar Rayi.
"Kalau enggak karena ibu punya sekolah musik, mungkin saya enggak akan berkarier di musik. Karena beliau, bakat musik saya bisa terasah dan menghidupi keluarga sendiri dan Insyaallah keluarga besar juga," katanya.
Rayi pun sempat mengenang jasa sang ibunda dalam sejarah terbentuknya grup musik yang digawangi Rayi bersama kedua sahabatnya, Asta dan Nino. Bersama mendiang ayah Nino, ibunda Rayi dinilai cukup banyak memberikan jasanya.
"Bapaknya Nino, almarhum Om Agung, dan almarhumah ibu saya, Ibu Yayuk, mereka berperan besar sekali untuk terbentuknya RAN sendiri," ujar Rayi.
"Yang menciptakan nama RAN itu ibu saya dan Om Agung yang membawa demo kita ke label dan produser tanpa sepengetahuan kita. Jadi kalau bukan karena kedua orangtua kita yang berjasa besar ini, kita (RAN) enggak akan kejadian," katanya.
Rayi tak menampik, tahun ini cukup berat untuknya. Namun, dia selalu mencoba untuk terus bersyukur dan menghargai waktu yang tersisa dalam hidupnya.
"Dibilang berduka, mungkin iya. Ini tahun yang membuat kita lagi teringat untuk harus bersyukur dan menghargai setiap detik dalam kehidupan ini," ujar Rayi.
Editor: Tuty Ocktaviany