Kisah Perjuangan Michelle Yemima, WNI yang Terisolasi di Wuhan karena Virus Korona
JAKARTA, iNews.id - Hampir dua pekan terakhir masyarakat diresahkan dengan adanya wabah virus korona yang menyebar dari daratan China. Virus baru yang dikenal dengan nama Novel Coronavirus (nCoV) ini banyak menginfeksi masyarakat Wuhan, Provinsi Hubei.
Dampaknya, Wuhan seperti kota mati. Biasanya terlihat ramai saat perayaan Imlek. Kini menjadi sepi sejak Pemerintah China mengisolasi kota ini.
Tidak hanya masyarakat Wuhan yang ketakutan, masyarakat dari berbagai negara juga resah. Keresahan tersebut juga dialami oleh Michelle Yemima. Mahasiswa yang menempuh pendidikan di China, yang tidak jauh dari Provinsi Hubai.
Michelle bersama dua temannya terjebak di Wuhan ketika sedang melakukan travelling. Awal mulanya, Michelle memilih Wuhan sebagai tempat tujuan wisata karena memiliki destinasi menarik.
Ketika memasuki Wuhan, dia tidak mengetahui tentang virus ini. Hingga akhirnya, mereka tidak diperbolehkan keluar dari Wuhan yang terisolasi.
"Ini sial atau apes, berada di tempat dan waktu yang salah," ujar Ira Koesno membawakan acara Prime Show with Ira Koesno, Gedung iNews Center, Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Kondisi terkini Michelle Yemima terlihat baik-baik saja. Dia kini terisolasi di asrama kampus seorang teman di Wuhan.
Setelah mengetahui Wuhan diisolasi, Michelle dan teman-temannya sangat kacau, khawatir dengan pemberitaan tersebut.
"Saya langsung kacau, khawatir karena tiba-tiba tidak boleh keluar. Padahal besoknya, kami akan terbang ke kota lain. Saya sangat khawatir sekali," kata Michelle ketika diwawancarai oleh Ira Koesno.
Dia sama sekali tidak tahu kasus ini, meski sudah ada kabarnya dari pemerintah. Hingga akhirnya, dia baru mengetahui virus ini sudah menyebar dan berbahaya. Kini, Michelle hanya bisa pasrah, sambil menerima bantuan suplai makanan dan uang tunai dari KBRI.
"Kami mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp560.000. Pasar juga tutup. Kami hanya bisa belanja ke minimarket terdekat. Masih ada beberapa yang buka," katanya.
Hingga kasus ini mereda, Michelle berharap bisa kembali ke Indonesia. Menurut Michelle, saat ini sekolah sedang diliburkan sementara. Transportasi umum ditutup. Kota sepi karena kebanyakan dari masyarakat Wuhan sedang berlibur ke luar kota. Di sini, Michelle hanya bisa menguatkan satu sama lain.
"Sehari-hari kami saling menguatkan sama lain. Kami ada pembagian tugas, memasak untuk pagi, malam, dan beberapa lainnya belanja keluar. Kami tetap lakukan aktivitas," katanya.
Dalam prime show kali ini, Michelle juga dikejutkan dengan didatangkannya sang ibunda, Anna Laurie Ngantung. Meski terisolasi, Anna mengatakan, masih bisa berkomunikasi dengan sang anak.
"Saya tadi pagi komunikasi dengan Michelle. Awalnya ada khawatir, apalagi terisolasi. Saya tetap dorong Michelle kuat dan tidak menyerah. Michelle harus tetap kuat semangat. Saling mendukung. Bisa hidup rukun dan bisa tinggal dengan teman-teman. Pasti percaya nanti semua bisa kembali ke keluarga masing-masing ke Indonesia," tutur Anna.
Editor: Tuty Ocktaviany