Kronologi Lengkap Jessica Mila Dihujat gegara Terciduk Liburan ke Pulau Padar Labuan Bajo
JAKARTA, iNews.id - Jessica Mila tengah menjadi sorotan setelah momen liburannya bersama sang suami, Yakup Hasibuan, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ramai diperbincangkan di media sosial.
Perhatian netizen tertuju pada keberadaan Jessica Mila dan rombongan di Pulau Padar. Pasalnya, momen tersebut muncul di tengah informasi mengenai larangan pelayaran akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di kawasan Labuan Bajo.
Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan publik. Benarkah Jessica Mila tetap berlibur ke Pulau Padar ketika pelayaran sedang dilarang?
Berikut kronologi lengkap polemik Jessica Mila hingga akhirnya memberikan klarifikasi.

Polemik bermula ketika sejumlah foto liburan Jessica Mila dan Yakup Hasibuan di kawasan Labuan Bajo beredar dan menjadi perhatian publik.
Dalam foto-foto tersebut, Jessica Mila terlihat menikmati keindahan alam bersama keluarga dan rombongan. Mereka tampak menghabiskan waktu di kawasan pantai, menikmati pemandangan, hingga menemani anak-anak bermain di sekitar pesisir.
Dalam rombongan itu juga terlihat selebgram MerdiOctav Sahetapy bersama suaminya, Rama Sahetapy.
Perbincangan semakin ramai karena pada periode yang sama beredar informasi mengenai larangan pelayaran di kawasan Labuan Bajo akibat kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Larangan tersebut diketahui dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo pada 7 Agustus 2026.
Kawasan tersebut kemudian kembali dibuka pada 10 Agustus 2026.
Kemunculan foto Jessica Mila di Pulau Padar di tengah informasi tersebut membuat netizen mempertanyakan kapan tepatnya perjalanan itu dilakukan dan apakah rombongan mengetahui adanya larangan pelayaran.
Foto-foto tersebut akhirnya memicu beragam komentar di media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan keputusan rombongan Jessica Mila bepergian ke Pulau Padar ketika muncul informasi mengenai kondisi cuaca ekstrem dan pembatasan pelayaran.
Jessica pun menjadi sasaran kritik. Muncul anggapan bahwa dirinya dan rombongan tetap melakukan perjalanan meski mengetahui adanya larangan.
Namun, waktu perjalanan Jessica Mila dan rombongan sebenarnya belum diketahui secara pasti. Foto-foto liburan tersebut baru menjadi sorotan setelah dibagikan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Di tengah polemik tersebut, Jessica Mila akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan keluarga menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Terlebih, dalam rombongannya terdapat Kyarra dan anak-anak lainnya.
“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” tulis Jessica Mila dalam pernyataannya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Jessica menjelaskan bahwa keputusan mengenai rute perjalanan sepenuhnya diserahkan kepada kapten kapal.
“Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal,” ujarnya.
Jessica Mila kemudian membantah tudingan bahwa dirinya telah mengetahui adanya larangan berlayar tetapi tetap memaksakan perjalanan menuju Pulau Padar.
Ia mengaku sejak awal tidak mendapat informasi dari kapten kapal mengenai larangan tersebut.
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar, dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan,” kata Jessica.
Menurutnya, situasi di lapangan juga terlihat normal. Jessica mengaku melihat banyak kapal dan wisatawan lain yang juga bersandar serta naik ke Pulau Padar.
“Karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” sambungnya.
Jessica juga menegaskan dirinya tidak akan membawa keluarga berlibur apabila sejak awal mengetahui adanya larangan pelayaran karena cuaca buruk.
“Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami,” tuturnya.
Ia juga mengaku memahami keresahan wisatawan maupun agen perjalanan yang terdampak surat edaran mengenai kondisi cuaca buruk dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL).
Namun, Jessica membantah keras tudingan bahwa dirinya telah mengetahui surat edaran tersebut sebelum melakukan perjalanan.
“Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut,” ungkapnya.
“Namun adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” tegas Jessica.
Jessica berharap polemik yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama kapten kapal agar memberikan informasi secara terbuka kepada para penumpang.
“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” katanya.
Dengan klarifikasi tersebut, Jessica Mila menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya larangan berlayar saat perjalanan dilakukan. Ia juga membantah sengaja mengabaikan aturan ataupun memaksakan kehendak untuk tetap menuju Pulau Padar.
Jessica kemudian mendoakan agar seluruh wisatawan tetap aman dalam melakukan perjalanan.
“Aku mendoakan semua untuk tetap aman dan dalam penyertaan Tuhan dimanapun kalian berada,” tutupnya.
Editor: Muhammad Sukardi