Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tantri Kotak Minta Maaf dan Hapus Utas Threads usai Dihujat Netizen
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Lengkap Tantri Kotak Diduga Kena Cancel Culture gegara Komentar di Threads!

Minggu, 08 November 2026 - 15:15:00 WIB
Kronologi Lengkap Tantri Kotak Diduga Kena Cancel Culture gegara Komentar di Threads!
Tantri Kotak menyampaikan klarifikasi soal Threads yang viral. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namanya ramai disorot gegara pernyataannya di Threads memicu hujatan dari sejumlah netizen.

Bahkan, polemik tersebut berkembang hingga muncul seruan boikot terhadap band Kotak. Tantri pun dikabarkan terkena 'cancel culture' setelah sikapnya dinilai sejumlah warganet tidak sejalan dengan persoalan kemanusiaan dan lingkungan yang tengah menjadi perhatian publik.

Lantas, bagaimana kronologi Tantri Kotak dihujat hingga menjadi sasaran kritik netizen? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini. 

Tantri Kotak menyampaikan permintaan maaf usai utas di Threads viral. (Foto: Instagram)
Tantri Kotak menyampaikan permintaan maaf usai utas di Threads viral. (Foto: Instagram)

Kronologi Lengkap Tantri Kotak Dihujat hingga Dikabarkan Kena Cancel Culture

Peristiwa ini bermula dari sebuah video yang memperlihatkan Jokowi membungkuk untuk mengambil dan merapikan dokumen ijazah yang berada di lantai. Momen tersebut terjadi ketika Jokowi menghadiri persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026).

Video tersebut kemudian ramai beredar di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.

Tantri menjadi salah satu figur publik yang ikut memberikan tanggapan. Melalui akun Threads miliknya, pelantun lagu Pelan-Pelan Saja itu mengungkapkan perasaan sedih setelah melihat momen tersebut.

"Kok sedih ya liatnya, sehat selalu. Allah mboten sare," tulis Tantri, dikutip Minggu (8/11/2026).

Namun, unggahan singkat itu justru memancing reaksi keras. Sejumlah netizen mempertanyakan alasan Tantri menunjukkan rasa simpatinya kepada Jokowi. Mereka kemudian mengaitkan unggahan tersebut dengan berbagai persoalan lain, terutama isu kemanusiaan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu komentar warganet bahkan menyinggung korban karhutla yang kehilangan tempat tinggal, termasuk manusia, tanaman, dan hewan.

"Pas kemarin ada manusia meninggal, tanaman mati, dan hewan kehilangan tempat tinggal kok kamu nggak sedih? Nggak usah balas, 'aku punya cara sendiri untuk peduli soal lingkungan, soal karhutla.' Bosan," tulis salah satu netizen.

Kritik tersebut membuat nama Tantri semakin ramai diperbincangkan. Tak sedikit warganet yang menyayangkan unggahannya dan mempertanyakan kepeduliannya terhadap persoalan yang dianggap lebih mendesak.

Bahkan, muncul komentar yang menyerukan boikot terhadap band Kotak. Sejumlah pengguna media sosial mengaku kecewa dan menyatakan tidak ingin lagi mendengarkan lagu-lagu Kotak.

"Enggak lagi deh dengerin Kotak, blunder Tantri ini," tulis salah satu netizen.

Tantri Kotak Angkat Suara dan Minta Maaf

Gelombang kritik tersebut membuat Tantri akhirnya mengambil langkah untuk menghapus utas yang memicu kontroversi. Dia juga menyampaikan penjelasan melalui unggahan lanjutan di Threads.

Tantri Kotak diduga kena cancel culture gegara komentar di Threads. (Foto: Instagram)

"Baru lihat postingan terakhir, kok jadi salah kaprah. Daripada disalahartikan, menjadi gorengan, menjadi bahan dan sumber dosa yang padahal bukan ke arah manapun dan siapa pun. Saya hapus saja utasnya. Biar adem ayem semua," tulis Tantri.

Tak hanya menghapus unggahan, Tantri juga memberikan klarifikasi mengenai tudingan dirinya tidak peduli terhadap persoalan kemanusiaan dan karhutla.

Istri Arda eks vokalis Naff tersebut menegaskan bahwa Kotak selama ini konsisten menyuarakan berbagai persoalan sosial dalam setiap penampilan mereka di atas panggung.

"Setiap panggungan Kotak kami berbicara tentang kemanusiaan, kebakaran lahan, kejahatan oleh para oknum. Semoga meluruskan narasi yang tersebar," ungkapnya.

Tantri bahkan mengaku dirinya juga merupakan bagian dari masyarakat yang merasakan ketidakadilan akibat ulah oknum yang merugikan rakyat.

"Saya rakyat, saya pun didzalimi oleh oknum yang menyengsarakan rakyat. Semoga Indonesia membaik," sambungnya.

Dia juga mempersilakan netizen melihat unggahan Kotak di Instagram ketika mereka menyuarakan persoalan kemanusiaan dan lingkungan saat tampil di atas panggung.

Meski sudah memberikan penjelasan, Tantri tetap menyampaikan permintaan maaf apabila unggahannya justru ditangkap dengan narasi berbeda oleh masyarakat.

"Enggak ada maksud memancing, kalau memang arah narasi yang tertangkap demikian. Saya minta maaf ya," tulisnya.

Tantri juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membela atau berpihak kepada siapa pun dalam polemik tersebut.

"Sabar, saya enggak bela siapa-siapa. Sudah ya," tegasnya.

Di tengah ramainya hujatan, Tantri juga mengambil langkah membatasi interaksi di media sosial. Kolom komentar di akun Instagram pribadinya ditutup sehingga netizen tidak bisa lagi leluasa menyampaikan tanggapan melalui unggahan tersebut.

Meski demikian, perbincangan mengenai Tantri dan Kotak masih ramai di media sosial. Seruan boikot yang muncul dari sebagian warganet turut membuat polemik ini berkembang menjadi pembahasan mengenai cancel culture terhadap seorang figur publik akibat pernyataannya di media sosial.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut