Kronologi Lengkap Tasyi Athasyia Dilarikan ke RS gegara Hirup Gas Helium di Tabung Freon AC!
JAKARTA, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari Food Vlogger Tasyi Atasyia. Saudara kembar Tasya Farasya itu mendadak dilarikan ke rumah sakit gegara menghirup gas berbahaya.
Insiden mengerikan itu terjadi ketika Tasyi Athasyia sedang membuat konten resep makanan. Rencananya, Tasyi ingin membuat candy helium yang sedang viral di luar negeri.
Bukannya happy, Tasyi malah dibawa ke rumah sakit karena gas yang digunakan diketahui tidak aman dan membahayakan kesehatannya. Seperti apa kisah selengkapnya?
Mengacu pada unggahan Instagram terbaru, Tasyi bercerita kalau dirinya ingin menjajal resep candy helium. Dia pun menyediakan gas helium sebagai bahan utama dari resepnya kali ini.
Gas helium dibelinya dari toko online. Siapa sangka, gas yang diterima Tasyi tidak bisa dipastikan keamanannya, salah satu tandanya adalah aroma yang sangat khas dan membuat dia berhenti membuat konten lalu ke rumah sakit.
Gas helium ditempatkan di tabung R32 yang mana itu tabung untuk menyimpan freon AC. Klaim si penjual, gas yang ditempatkan ke tabung R32 adalah helium. Tindakan ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Karena itu, Tasyi pun memperingatkan kepada orang lain agar tidak sembarangan menggunakan gas, apalagi gas tersebut menjadi bagian dari sesuatu yang dikonsumsi secara langsung.
"Inget, ya, guys, kalau untuk masak, heliumnya harus yang food grade dan harus pakai tabung khusus helium. Jangan sampai kayak aku," kata Tasyi, dikutip Jumat (23/1/2026).
"Untung aku menghirupnya belum banyak. Segitu aja tenggorokan sudah sakit banget, kering banget," tambahnya.
Dari unggahan Instagram, Tasyi mengaku kini kondisinya sudah membaik dengan penanganan medis di rumah sakit. Dia berharap, untuk resep yang kali ini dia buat, tidak diikuti fansnya. Dia mengunggah kejadian ini sebagai pembelajaran.
"Video ini aku upload buat share pengalaman dan kasih edukasi, siapa tahu ada juga yang gak tahu kayak aku. Biar gak terulang di orang lain," ungkap Tasyi Athasyia.
Editor: Muhammad Sukardi