Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tasyi Athasyia Resmi Laporkan Karyawan ke Polisi usai Curi 12 Barang Branded!
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Lengkap Tasyi Athasyia Dirampok Karyawan Sendiri, Endingnya Lapor Polisi!

Minggu, 09 Agustus 2026 - 10:34:00 WIB
Kronologi Lengkap Tasyi Athasyia Dirampok Karyawan Sendiri, Endingnya Lapor Polisi!
Tasyi Athasyia dirampok karyawannya sendiri. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Influencer Tasyi Athasyia tengah menghadapi pengalaman pahit yang tidak pernah disangka sebelumnya. Sejumlah barang branded miliknya diduga dicuri dan dijual oleh karyawan sendiri.

Kasus yang awalnya hanya diketahui dari beberapa barang yang hilang itu akhirnya terbongkar lewat notifikasi email hingga berujung laporan polisi. seperti apa cerita lengkap dari kasus Tasyi Athasyia vs karyawannya sendiri ini?

Tasyi mengungkap kisah tersebut melalui media sosial. Ia menyebut nilai barang yang diduga dicuri mencapai lebih dari Rp500 juta dan aksi tersebut berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Influencer Tasyi Athasyia menjadi korban pencurian karyawannya sendiri. (Foto: Instagram)
Influencer Tasyi Athasyia menjadi korban pencurian karyawannya sendiri. (Foto: Instagram)

Yang membuat Tasyi semakin terpukul bukan hanya nilai barang yang hilang, melainkan orang yang diduga terlibat merupakan karyawan yang selama ini telah mendapatkan kepercayaannya. Berikut kronologi lengkapnya.

Kronologi Lengkap Tasyi Athasyia Dirampok Karyawan Sendiri

Awal mula kejadian diketahui ketika Tasyi selesai merenovasi walk-in closet miliknya pada sekitar awal Maret. Saat hendak merapikan koleksi tas, ia tiba-tiba menyadari ada sekitar lima tas miliknya yang hilang.

Tasyi sempat mencari barang-barang tersebut di sejumlah area rumah. Namun, karena tidak menemukan tas yang dicari, ia memilih untuk mengikhlaskannya.

Saat itu, Tasyi mengaku tidak langsung berpikir bahwa barang-barangnya telah dicuri. Ia juga tidak menaruh kecurigaan kepada karyawan yang bekerja dengannya.

Namun, kehilangan tersebut ternyata bukan kejadian satu kali. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak barang milik Tasyi yang diketahui menghilang.

Terbongkar gegara Notifikasi Email

Titik balik kasus ini terjadi secara tidak sengaja. Tasyi menjelaskan bahwa timnya menggunakan iMac yang sama untuk login email. Suatu malam, salah satu anggota tim tiba-tiba mendapatkan notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya.

Email tersebut berisi pemberitahuan mengenai transaksi penjualan sebuah barang.

Awalnya tidak ada yang menyangka transaksi tersebut berkaitan dengan hilangnya koleksi Tasyi. Namun, ketika diperiksa, barang yang tercantum dalam transaksi ternyata merupakan sepatu milik Tasyi.

Kecurigaan pun mulai muncul.

Anggota tim kemudian menelusuri isi email tersebut lebih jauh. Saat email di-scroll, ditemukan sejumlah bukti transaksi lainnya.

Satu per satu transaksi mulai mengarah kepada barang-barang milik Tasyi yang sebelumnya dinyatakan hilang.

"Notifikasi kalau barang ini sudah terjual, dan pas dia lihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di-check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang," tulis Tasyi, dikutip Minggu (9/8/2026).

Dari penelusuran awal, setidaknya 12 barang milik Tasyi diketahui telah dijual. Hampir seluruhnya disebut dijual melalui sumber yang sama.

Tasyi mengungkap barang-barang tersebut diduga dikirim oleh karyawan menggunakan layanan ekspedisi ke salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial.

Toko tersebut disebut dapat menerima barang tanpa proses tatap muka. Kondisi itu diduga memudahkan barang dikirim dan dijual tanpa harus terjadi pertemuan langsung antara pihak yang mengirim dengan toko.

Ketika karyawan tersebut ditanya mengenai jumlah barang yang telah dijual, jawabannya justru membuat Tasyi semakin terkejut.

"Pas ditanya berapa banyak, dia jawab gak ingat karena banyak," ungkap Tasyi kecewa.

Bahkan, menurut Tasyi, setelah bukti transaksi ditunjukkan, karyawan tersebut akhirnya mengakui perbuatannya dan menyebut barang yang dijual kemungkinan lebih banyak dari yang telah ditemukan.

Karyawan Disebut Sempat Memfitnah Staf Lain

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Tasyi juga mengungkap fakta lain yang membuatnya kecewa. Ia menyebut karyawan yang diduga terlibat sebelumnya sempat memfitnah karyawan lain dengan tuduhan mencuri.

Akibat tuduhan tersebut, menurut Tasyi, bahkan pernah ada staf yang sampai dikeluarkan karena dituduh mengambil barang yang ternyata diduga dilakukan oleh karyawan yang sama.

"Dan jahatnya dia juga memfitnah karyawan yang lain, sampe dulu sempet ada yang dikeluarkan karena difitnah mencuri sama dia," tutur Tasyi.

Tasyi juga menyebut karyawan tersebut merupakan orang yang sebelumnya direkrut tanpa pengalaman. Ia mengaku telah memberikan sejumlah fasilitas dan perlakuan baik, mulai dari gaji di atas UMR, bonus, hingga kesempatan bepergian ke luar negeri.

Hal tersebut membuat persoalan ini terasa semakin menyakitkan bagi Tasyi.

Tasyi Sebut Bukan Kehilangan Barang yang Paling Menyakitkan

Di tengah persoalan tersebut, Tasyi menegaskan bahwa dirinya bukan hanya memikirkan barang yang hilang. Ia justru merasa khawatir karena jumlah barang yang diduga dicuri hampir mencapai 12 barang.

Menurut Tasyi, jika tindakan tersebut tidak mendapatkan efek jera, hal itu bisa menjadi persoalan yang lebih besar.

"Aku bukan mikirin barangnya, cuma jujur karena mencurinya hampir 12 barang which is 12 kali jatuhnya bahaya kalau gak dikasih efek jera guys," tulis Tasyi.

Sebelumnya, ia juga mengungkap bahwa hal yang paling menyakitkan dari kejadian tersebut adalah rusaknya kepercayaan.

"Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika," tulis Tasyi.

Di sisi lain, setelah dugaan pencurian terbongkar, Tasyi kembali mengungkap sikap karyawan tersebut.

Menurutnya, setelah ketahuan, karyawan tersebut masih sempat memberikan keterangan yang disebut tidak jujur. Bahkan setelah akhirnya mengaku, Tasyi merasa tidak melihat penyesalan seperti yang ia bayangkan.

"Dan setelah ketahuan pun masih bohong terus, dan setelah ngaku pun mukanya gak ada nyesel-nyeselnya, nangis saja enggak. Sampai aku yang nanya kok bisa gak nangis, baru pura-pura nangis. Jujur agak bingung,” tulisnya.

Tasyi mengaku awalnya sempat berniat memberikan maaf. Namun, melihat persoalan tersebut dan dugaan tidak adanya itikad baik, ia akhirnya memilih membawa kasus tersebut ke jalur hukum. ([detikhot][1])

Endingnya, Tasyi Athasyia Lapor Polisi

Babak baru kasus ini akhirnya dimulai. Tasyi resmi melaporkan karyawannya ke polisi terkait dugaan pencurian barang-barang branded miliknya. Laporan tersebut ditujukan ke wilayah Jakarta Selatan.

Dalam unggahan terbarunya, Tasyi meminta agar kasus tersebut mendapatkan pengawalan dan diproses hingga tuntas.

"Agustus A-nya apa? Alhamdulilah malingnya ketahuan," kata Tasyi.

Ia kemudian menuliskan harapannya agar mendapatkan keadilan. "Semoga mendapatkan keadilan di @polisijaksel @reserse.jaksel Mohon dibantu dikawal guys," tulisnya.

Bagi Tasyi, persoalan ini bukan sekadar tentang barang branded bernilai ratusan juta rupiah. Yang paling berat adalah ketika kepercayaan kepada orang yang selama ini dianggap dekat justru diduga disalahgunakan.

Kini, proses hukum menjadi babak selanjutnya untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi dan siapa saja yang bertanggung jawab.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut