Kronologi Lengkap Wajah Siti Nurhaliza Lebam dan Biru-Biru, Ternyata gegara Lompat Tali
KUALA LUMPUR, iNews.id - Misteri di balik wajah penyanyi legendaris Malaysia, Siti Nurhaliza, yang lebam dan biru-biru akhirnya terungkap. Bukan karena insiden saat tampil di atas panggung, sang diva ternyata mengalami kecelakaan ketika menjalani latihan menjelang konser besarnya.
Insiden tersebut terjadi saat Siti Nurhaliza mempersiapkan Konsert Tradisional Gema Bumantara yang digelar di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Sabtu (17/10/2026).
Kondisi wajah Siti pertama kali menjadi perhatian setelah dia mengunggah foto melalui media sosial pada Jumat (16/10/2026). Dalam foto tersebut, terlihat luka kecil di sekitar mata serta lebam pada pipi kanannya.

Unggahan itu langsung memancing kekhawatiran penggemar. Pasalnya, foto tersebut dibagikan hanya sehari sebelum Siti dijadwalkan tampil di hadapan puluhan ribu penonton.
Lantas, bagaimana kronologi lengkap kejadian yang menyebabkan wajah pelantun lagu Cindai itu mengalami luka dan memar? Simak ulasan selengkapnya.
Cedera yang dialami Siti Nurhaliza bermula ketika dia menjalani latihan untuk mempersiapkan konsernya. Dalam salah satu sesi latihan, penyanyi yang akrab disapa Tokti itu berlatih melakukan permainan tradisional lompat tali.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang pertunjukan besar yang telah lama dinantikan para penggemarnya.
Namun, latihan itu berujung pada insiden yang tidak diharapkan. Saat melakukan gerakan melompat menggunakan tali, kaki Siti tersandung sehingga keseimbangannya hilang.
Kejadian berlangsung cepat. Kaki Siti tersandung ketika sedang berlatih lompat tali hingga membuatnya terjatuh dan tersungkur ke lantai.
Insiden tersebut kemudian diketahui sebagai penyebab luka kecil dan lebam yang terlihat di wajahnya.
Berdasarkan laporan media Malaysia, benturan akibat terjatuh itu menyebabkan luka di bagian tepi dan bawah mata serta memar pada pipi kanan Siti.
Kejadian ini sekaligus menjawab pertanyaan para penggemar yang sebelumnya menduga sang penyanyi mengalami cedera ketika mempersiapkan penampilan konsernya.
Sehari sebelum konser, Siti membagikan foto yang memperlihatkan kondisi wajahnya. Luka kecil di sekitar mata dan lebam kebiruan pada pipinya langsung menjadi perhatian.
Meski mengalami cedera, Siti tidak menjelaskan secara terperinci kronologi kejadian dalam unggahan tersebut. Dia justru menuliskan harapan agar konsernya berjalan lancar.
“Bismillah semoga dipermudahkan. Jumpa esok Sitizone sayang!!!” tulis Siti dalam unggahannya, dikutip Selasa (20/10/2026).
Ungkapan singkat itu membuat penggemar semakin penasaran dengan kondisi sang diva. Mereka juga berharap cedera yang dialaminya tidak mengganggu penampilannya di panggung.
Fakta mengenai penyebab wajah Siti lebam akhirnya terungkap lebih jelas ketika dia menggelar Konsert Tradisional Gema Bumantara pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam pertunjukan tersebut, rekaman video yang memperlihatkan momen Siti terjatuh saat latihan ditayangkan kepada penonton.
Video itu memperlihatkan Siti sedang berlatih melakukan gerakan melompat menggunakan tali sebelum kakinya tersandung dan membuatnya tersungkur ke lantai.
Penayangan rekaman tersebut menjawab rasa penasaran publik mengenai asal-usul luka di sekitar mata dan lebam pada pipi kanan sang penyanyi.
Menurut laporan media Malaysia, lebih dari 63.000 penonton menyaksikan konser tersebut. Media lain memperkirakan jumlah penonton mencapai sekitar 70.000 orang.
Hal yang tak kalah mencuri perhatian, Siti tetap menjalani konser sesuai jadwal meski wajahnya mengalami luka dan lebam.
Dia membuka pertunjukan dengan aksi silat sebelum membawakan lagu Mahligai Permata. Sepanjang konser, Siti menyanyikan lebih dari 30 lagu dengan durasi pertunjukan sekitar tiga setengah jam.
Sejumlah penyanyi tamu, termasuk Lesti Kejora, King Nassar, Haziq Rosebi, dan Noraniza Idris, turut memeriahkan acara tersebut.
Penampilan Siti menjadi sorotan karena berlangsung setelah dirinya mengalami insiden saat latihan. Meski demikian, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa cedera tersebut menyebabkan konser dibatalkan atau dihentikan.
Editor: Muhammad Sukardi