Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Full of Support! Ini Dukungan Star Media Nusantara untuk Audrey Bianca di Miss World 2026
Advertisement . Scroll to see content

Liliana Tanoesoedibjo: Miss Indonesia Tidak Hanya Cantik tapi Harus Memiliki Kepedulian Sosial

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:20:00 WIB
Liliana Tanoesoedibjo: Miss Indonesia Tidak Hanya Cantik tapi Harus Memiliki Kepedulian Sosial
Liliana Tanoesoedibjo mengungkapkan ajang Miss Indonesia tidak hanya menilai kecantikan fisik, tapi para finalis harus memiliki wawasan luas dan kepedulian sosial. (Foto: Mei Sada)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Founder & Chairwoman Miss Indonesia Organization sekaligus Executive Chairwoman MNC Group, Liliana Tanoesoedibjo, mengemukakan ajang Miss Indonesia tidak hanya menilai kecantikan fisik. Para finalis juga harus memiliki wawasan luas, karakter kuat, integritas, serta kepedulian sosial untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Liliana dalam konferensi pers 38 finalis 20th Miss Indonesia 2026, Selasa (13/10/2026). Sebanyak 38 perempuan dari berbagai provinsi di Indonesia telah menjalani serangkaian pembekalan selama masa karantina sebelum memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2026.

Liliana menjelaskan, para finalis tidak hanya dipersiapkan untuk tampil percaya diri di atas panggung. Mereka juga dibekali nilai-nilai moral, kemandirian, integritas, serta pemahaman terhadap budaya Indonesia.

Dalam proses penilaian, Miss Indonesia menerapkan konsep MISS yang merupakan singkatan dari Manners, Impressive, Smart, and Social. “Karena di sini Miss Indonesia akan dinilai berdasarkan MISS, ya: Manners, Impressive, Smart, and Social,” ujar Liliana.

Aspek Manners menekankan pentingnya sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai moral serta penghormatan terhadap budaya dan martabat perempuan Indonesia. Sementara itu, Impressive dan Smart berkaitan dengan kemampuan mengembangkan diri, wawasan, serta kecerdasan para finalis.

Menurut Liliana, proses belajar merupakan bagian penting dalam kehidupan yang tidak boleh berhenti. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap individu untuk terus memperluas pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri.

“Jadi menurut saya, pembelajaran itu terus-menerus di dalam kehidupan kita. Kita tidak pernah berhenti belajar, karena ilmu itu terus bertambah, dan teknologi itu terus bertambah,” katanya.

Kepedulian Sosial Jadi Nilai Penting Miss Indonesia

Dari berbagai aspek penilaian tersebut, Liliana memberikan perhatian khusus pada kepedulian sosial. Dia menilai seorang Miss Indonesia harus mampu menjadikan kecantikan dan kesempatan yang dimiliki sebagai sarana untuk membantu sesama.

Nilai tersebut sejalan dengan konsep Beauty with a Purpose, yakni kecantikan yang memiliki tujuan dan diwujudkan melalui kontribusi positif bagi masyarakat.

“Nah, selain itu juga kalian juga dibekali dengan kepedulian sosial. Itu yang paling penting di Miss Indonesia, karena nilai kepedulian itu sangat relate dengan Beauty with a Purpose,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, para finalis diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi. Mereka juga perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan mampu memanfaatkan pengaruhnya untuk membawa perubahan yang bermanfaat.

Gelar Miss Indonesia pun tidak sekadar menjadi pengakuan atas penampilan dan kemampuan individu. Gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk menjadi representasi perempuan Indonesia yang mampu menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam kompetisi tahun ini, para finalis juga mengikuti tujuh jalur penilaian khusus atau *fast track*. Beberapa di antaranya adalah Art and Photography, Beauty with a Purpose, Head-to-Head Challenge, Top Model, Talent, serta penilaian melalui media sosial.

Dua Dekade Miss Indonesia 

Memasuki penyelenggaraan ke-20 pada 2026, Liliana memandang Miss Indonesia sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi. Selama dua dekade, ajang ini berupaya menjadi wadah bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan potensi, kecerdasan, wawasan, dan karakter.

Menurutnya, keberhasilan Miss Indonesia tidak semata-mata diukur dari lahirnya seorang pemenang setiap tahun. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan dapat melahirkan perempuan yang memiliki nilai diri dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Liliana juga mengingatkan para finalis agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih mahkota. Dia menilai pengalaman dan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain memiliki makna yang lebih luas daripada kemenangan di atas panggung.

“Segala sesuatu, kita tahu bahwa pemenang itu hanya satu, tapi jangan berkecil hati karena mahkota yang sesungguhnya itu bukan hanya di panggung, tapi mahkota yang sesungguhnya itu bagaimana kita mau berbagi kepada sesama kita dan menjadi bermakna di dalam kehidupan kita,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Miss Indonesia bukan hanya tentang siapa yang berhasil memenangkan kompetisi, melainkan juga bagaimana setiap finalis mampu membawa nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut