Luxeed R7 Cetak Rekor Dunia, SUV Produksi Massal dengan Hambatan Udara Terendah
JAKARTA, iNews.id – Luxeed, merek kendaraan listrik hasil kolaborasi HIMA dan Huawei, hari ini mengumumkan pencapaian penting di dunia otomotif. Versi Luxeed R7 Pure Electric Ultra berhasil mencatatkan koefisien hambatan udara (Cd) 0,217, sekaligus menetapkan rekor dunia sebagai SUV produksi massal dengan hambatan terendah. Pencapaian tersebut telah disertifikasi secara resmi oleh China Automotive Engineering Research Institute (CAERI).
Koefisien hambatan rendah ini dicapai berkat penerapan lebih dari 20 fitur aerodinamis yang terintegrasi pada kendaraan. Luxeed R7 mengusung siluet SUV coupe dengan desain fastback serta dilengkapi Active Grille Shutter (AGS) yang dapat menyesuaikan bukaan kisi udara secara otomatis sesuai kecepatan dan kebutuhan pendinginan. Sistem ini membantu mengurangi hambatan angin, terutama saat berkendara pada kecepatan tinggi.
Optimalisasi aerodinamika juga terlihat pada berbagai detail desain. R7 dibekali deflektor angin roda depan melengkung 3D, tirai udara pada bumper depan, gagang pintu rata bodi, kaca spion luar tanpa bingkai, roda dengan hambatan rendah, serta spoiler ducktail ramping. Tim teknik turut menyempurnakan area bibir depan dan saluran tirai udara guna memaksimalkan pengelolaan aliran udara di sekitar kendaraan.
Dilansir dari Cars News China, Kamis (22/1/2026), selain pengujian koefisien hambatan udara, CAERI turut mengevaluasi hambatan gelinding, yang mencakup hambatan penggerak dan hambatan ban. Seluruh faktor tersebut dikombinasikan dengan hambatan aerodinamis untuk menggambarkan total hambatan penggerak kendaraan. Pendekatan ini dinilai memberikan gambaran konsumsi energi yang lebih mendekati kondisi penggunaan nyata.
Hasil pengujian menunjukkan versi Luxeed R7 Pure Electric mencatat konsumsi energi 3,44 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri. Angka ini menegaskan efisiensi tinggi R7 tidak hanya di atas kertas, tetapi juga dalam penggunaan sehari-hari.
Koefisien hambatan menjadi indikator penting dalam menilai performa aerodinamis kendaraan. Faktor ini berpengaruh langsung terhadap konsumsi energi, stabilitas pada kecepatan tinggi, serta tingkat NVH atau kebisingan, getaran, dan kekasaran. Selama ini, kendaraan dengan Cd terendah umumnya berasal dari segmen sedan.
Beberapa sedan listrik tercatat memiliki Cd sangat rendah, seperti Dongfeng Forthing Xinghai S7 dengan 0,191 Cd, Arcfox Alpha S5 0,1925 Cd, Stelato S9 0,193 Cd, dan Xiaomi SU7 0,195 Cd. Dalam konteks tersebut, pencapaian 0,217 Cd pada SUV dinilai sebagai terobosan teknik signifikan, mengingat tantangan aerodinamis akibat bodi kendaraan yang lebih tinggi.
Sebagai perbandingan, SUV listrik lain masih berada di atas angka tersebut. Xiaomi YU7 tercatat memiliki Cd 0,245, Tesla Model Y Juniper 0,220, sementara Onvo L60 berada di angka 0,229. Data ini menempatkan Luxeed R7 sebagai tolok ukur baru efisiensi aerodinamis di segmen SUV listrik produksi massal.
Editor: Dani M Dahwilani