Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejak Cerai, Erin Wartia Tegaskan Tak Mau Lagi Pakai Nama Taulany
Advertisement . Scroll to see content

Mantan ART Erin Ngadu ke Komisi III DPR, Kepala Ditendang!

Senin, 18 Mei 2026 - 15:22:00 WIB
Mantan ART Erin Ngadu ke Komisi III DPR, Kepala Ditendang!
Mantan ART Erin ngadu ke Komisi III DPR. (Foto: Youtube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dugaan penganiayaan terhadap mantan asisten rumah tangga (ART) Erin Wartia dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada Senin (18/5/2026). Di momen ini, sang ART, Herawati, mengungkap informasi mengejutkan. 

Dalam rapat tersebut, Herawati hadir langsung untuk menyampaikan kesaksiannya terkait dugaan kekerasan yang dialami saat bekerja di rumah Erin Wartia. Seperti apa kesaksiannya? 

Herawati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB ketika dirinya sedang membersihkan sofa di lantai dua rumah sang majikan. Saat itu, Erin tiba-tiba naik ke lantai dua dan masuk ke kamar anak pertamanya.

Menurut Hera, Erin langsung marah setelah melihat gorden kamar belum dibuka dan pintu kamar mandi tidak ditutup. Ia mengaku dimaki dengan kata-kata kasar sebelum akhirnya mengalami kekerasan fisik.

"Saya lagi membersihkan sofa di lantai 2 di rumah Ibu Erin. Dan Ibu Erin pun tiba-tiba naik ke atas, ke lantai 2. Dia masuk ke kamar Mas Dio, anak pertamanya. Terus dia melihat gorden tidak dibuka sama kamar mandi tidak ditutup, dan beliau pun marah ke saya," ujar Herawati dalam RDPU Komisi III DPR RI.

Tak hanya dimarahi, Hera mengaku dipukul menggunakan sapu lidi di bagian belakang kepala. Ia menyebut pukulan itu dilakukan lebih dari satu kali sambil terus dihina.

"Diambil sapu lidi oleh beliau dan dipukullah kepala saya di bagian belakang. Pertama mukul satu kali," katanya.

Herawati mengaku ketakutan hingga menangis dan memohon agar tidak diperlakukan dengan kekerasan. Namun, menurut pengakuannya, makian tetap berlanjut.

Selain itu, Hera juga mengaku sering dihina selama bekerja di rumah tersebut. Ia disebut dianggap bekerja asal-asalan dan rumah mewah tempatnya bekerja dibandingkan dengan 'rumah gembel'.

Merasa tidak aman, Hera kemudian menghubungi yayasan penyalur ART untuk meminta dijemput. Ia juga sempat menangis sambil mengadu kepada anak kedua Erin.

Namun situasi disebut semakin memburuk ketika dirinya kembali dipanggil ke lantai bawah. Dalam kesaksiannya di hadapan anggota dewan, Hera mengaku diminta jongkok lalu ditendang di bagian kepala hingga terjatuh.

"Terus Bu Erin nendang kepala saya. Saya terjengkang di situ," ungkapnya.

Tak berhenti di sana, Hera juga mengaku dilarang pulang sebelum ada pengganti ART baru. Ia mengatakan ponselnya sempat disita dan dibanting oleh Erin.

Dalam kondisi panik, Hera akhirnya memilih melarikan diri demi menyelamatkan diri meski tanpa membawa barang-barang pribadinya.

"Saya lari nggak pakai sendal, nggak mikirin baju, nggak mikirin HP, nggak mikirin gaji, yang penting saya selamat," tutup Herawati.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut