Mau Fashionable Tak Perlu Mahal, Contek Gaya Flanel dan Air Flow yang Kembali Ngetren
JAKARTA, iNews.id – Mau tampil fashionable tak selamanya mengeluarkan biaya selangit. Sebab konsep fashion kekinian itu tak melulu dengan barang branded atau buatan luar negeri. Memakai produk lokal pun bisa tetap terlihat fashionable loh.
Mengacu pada tren fashion di akhir tahun ini, gaya busana flanel dan air flow kembali dilirik, khususnya di kalangan generasi alfa. Gaya busana flanel yang bisa dibilang klasik dan tak lekang waktu ini memang paling digemari anak usia belasan hingga 20-an. Gaya flanel yang santai namun sedikit formal ini bisa dipakai di berbagai acara.
Sementara gaya air flow saat ini semakin digemari para perempuan. Bahan air flow yang ringan dan melayang-layang ini kembali jadi pilihan, khususnya di kalangan hijabers.
Mengacu pada dua tren busana tersebut, retail fashion Ria Busana memberikan pilihan gaya khusus untuk generasi Alfa. Tuty Damayanti selaku Head of Marketing Ria Busana mengatakan generasi Alfa dinilai memiliki pandangan yang lebih terbuka dan maju.
“Kami mencoba mengkolaborasikan pandangan generasi Alfa dan keterbukaan terhadap kegiatan yang menarik. Maka kami menggelar kompetisi fashion show Ria Busana yang mengangkat tema Tampil Fashion gak perlu mahal,” kata Tuty Damayanti, belum lama ini.
Tampil fashionable tak perlu mahal juga diwujudkan dalam kompetisi fashion show Ria Busana. Ada dua komponen penilaian dalam kompetisi fashion show, yaitu keserasian dalam berbusana dan keluwesan dalam bergaya. Uniknya lagi semua busana yang tengah tren tersebut hanya dibanderol dengan harga Rp50.000 hingga Rp150.000.

“Kami ingin membuktikan bahwa untuk tampil fashion gak perlu mahal. Banyak produk fashion buatan lokal berkualitas dan terjangkau,” kata Tuty.
Kompetisi fashion dengan tren kekinian ini juga digelar secara terbuka untuk generasi Alfa mulai 3 Desember-25 Desember 2022 di beberapa kota besar di Indonesia. Lewat kompetisi fashion ini diharapkan generasi Alfa memiliki kesadaran untuk makin mencintai produk dalam negeri.
Editor: Elvira Anna