Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arya Saloka Siap Comeback, Semua Program Terbaik Ada di RCTI, MNCTV, GTV dan iNews
Advertisement . Scroll to see content

Melawan Sifat Malas untuk Membuka Pintu Kebaikan

Kamis, 31 Mei 2018 - 14:39:00 WIB
 Melawan Sifat Malas untuk Membuka Pintu Kebaikan
Cahaya Hati Indonesia Ramadan edisi Kamis (31/5/2018) membas tentang kemalasan yang akan melahirkan penyesalan. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pernahkah kita mendengar suara azan tetapi tak bergegas mengambil wudu? Seringkah kita mendahulukan gadget daripada pekerjaan wajib? Malas. Demikian yang sering terjadi. Banyak orang memilih untuk bersikap santai, mengabaikan prioritas, atau menunda hal-hal penting karena enggan bergerak.

Sifat malas memang manusiawi. Siapapun pernah merasakan kendur semangat. Tetapi itu bukan untuk dipupuk dan diterapkan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Islam memerintahkan umatnya untuk menjauhi sikap malas. Mengapa? Malas dan lemah akan menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

Ini seperti dijelaskan dalam firman Allah: ”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An-Nisa: 142).

Malas bisa diartikan sebagai keengganan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dilakukan. Sebagai contoh, tidak disiplin, mencari-cari alasan pembenar, menolak tugas, maupun mengalihkan kewajibannya pada orang lain. Dalam konteks hablumminallah, malas itu bisa menunda-nunda kewajiban melaksanakan ibadah atau malah mengabaikannya sama sekali.

Orang yang malas sesungguhnya termasuk golongan yang sangat merugi. Sebab, kemalasan merupakan kunci bencana. Orang yang malas akan jauh dari keimanan dan ketakwaan. Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan agar umat Islam senantiasa disiplin dan tak menyiakan waktu.

Waktu merupakan nikmat yang besar, ladang untuk menuai kebaikan. Jika tak menghargai waktu, niscaya penyesalan yang akan datang. Doa Rasulullah,” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas,dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, fitnah kubur dan kematian” (HR Bukhari dan Muslim).

Melawan kemalasan itulah intisari yang akan dibahas dalam Cahaya Hati Indonesia Ramadan edisi Kamis (31/5/2018). Mengusung tema ”Habis Malas, Terbitlah Penyesalan”, program yang dipandu Iqbal Fais ini menghadirkan penceramah KH Agus Dermawan, KH Muhammad Nur Hidayat, Ustaz Bukhori Sail Attahiri, dan Ustaz Nur Fadhillah.

Dalam tausiahnya, KH Agus Dermawan akan mengulas pentingnya menjauhi sifat menunda-nunda. Sedangkan KH Muhammad Nur Hayid mengupas cara ampuh menghilangkan rasa malas, Ustaza Bukhori menjelaskan perihal buruknya sifat malas, dan Ustaz Fadhillah akan memberikan inspirasi lewat kisah Rasulullah berlindung dari kemalasan.

Ingin tahu bagaimana melawan sifat malas dan menumbuhkan disiplin dalam beribadah? Saksikan Cahaya Hati Indonesia Ramadan, Kamis (31/5/2018), pukul 15.30 WIB, di stasiun televisi iNews ini. Program disiarkan dari Masjid Istiqlal, Jakarta.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut