Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Tiwi Eks T2 Melahirkan Anak Kedua Setelah Kontraksi 36 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Metode Gentle Birth yang Dijalani Tiwi Eks T2 saat Melahirkan Anak Kedua

Rabu, 14 April 2021 - 13:23:00 WIB
Mengenal Metode Gentle Birth yang Dijalani Tiwi Eks T2 saat Melahirkan Anak Kedua
Tiwi eks T2 usai melahirkan. (Foto: IG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Tiwi Prastiwi Dwiar atau terkenal sebagai Tiwi eks T2 menceritakan perjuangannya melahirkan anak kedua dengan metode gentle birth.

Mantan personel duo T2 ini mengungkapkan, harus menahan rasa sakit selama 36 jam sebelum akhirnya melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan yang dinamai ‘Aleia Abista Rahman’.

Kisah perjuangannya melahirkan dengan metode gentle birth itu dituangkan di media sosial Instagramnya.

“Perjuangan selama 36 jam, dari mulai perut super kenceng tgl 9 malam.. dengan observasi dirumah, latihan2 yoga dirumah seinget dan sebisa nya, ga bisa tdur krn selalu dpt kejutan kecil yg selalu bikin tersentak kebangun. Sampe akhirnya tgl 10 April kemarin, muncul flek dr yg dikit sampe gede..” kata Tiwi seperti dikutip dari Instagramnya, Rabu (14/4/2021).

Tiwi mengatakan, proses persalinan kali ini berbeda dengan saat melahirkan anak pertama yang menggunakan bius epidural.

“Mengingat kata org2.. ‘Tenang ajaaa.. anak kedua lebih gampang dan cepet kok. Okeeyyy afirmasi yg sangat positif yaa utk aku yg lahiran anak pertama menggunakan Epidural, sedangkan di Tembuni bener2 Gentle Birth,” tulisnya di keterangan foto.

Lantas, apa sih itu metode gentle birth? Dan apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan proses persalinan seperti Tiwi?

Gentle birth sendiri merupakan suatu proses melahirkan yang tenang dan damai sehingga rasa sakit ibu saat melahirkan bisa lebih berkurang. Melansir dari Made For Mums, metode gentle birth ini telah dikembangkan pertama kali oleh Dokter kandungan Dr Gowri Motha pada tahun 1980-an. 

“Saya sangat yakin bahwa bayi tahu bagaimana cara dilahirkan dan terserah pada ibu untuk mempersiapkan dan membuat tubuhnya rileks,” kata Dr Motha.

Dia mengatakan, sebelum melahirkan dengan metode ini, calon ibu harus memiliki fisik atau tubuh yang bugar, lentur untuk persalinan, percaya diri, terkendali secara emosional, dan mampu memahami bagaimana mengelola tuntutan persalinan dan kelahiran.

Pada calon ibu yang masih bekerja, Dr Motha menyarankan untuk berhenti atau cuti selama beberapa minggu atau bulan sebelum melahirkan. 

“Bekerja menyebabkan stres, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres kortisol pada ibu dan juga menyebabkan stres pada bayi baru lahir. Ubah gaya hidup Anda dan berhenti bekerja sedini mungkin. Kemudian tubuh akan rileks dan menghasilkan lebih banyak hormon bermanfaat seperti relaxin, endorfin dan hormon plasenta lainnya,” jelasnya.

Selain menghilangi stres, pola makan calon ibu juga perlu diperhatikan. Batasi makanan-makanan yang mengandung gula dan gluten. Disarankan, mengonsumsi makanan-makanan yang sehat seperti makanan berbasis quinoa, sayuran, ikan, dan daging untuk asupan protein memadai.

Terakhir, yang tak kalah penting untuk disiapkan calon ibu adalah mental. Dr Motha menyarankan, agar calon ibu selalu berpikir positif. “Ketika seseorang mulai makan dengan benar dan menjadi rileks, alam akan membantu mereka menjadi lebih percaya diri,” kata Dr Motha.

Salah satu olahraga yang dapat dilakukan calon ibu untuk lebih rileks dalam menghadapi persalinan adalah yoga. Latihan yang satu ini juga  sempat dilakukan Tiwi sebelum melahirkan.

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut